undefined
Kamis, 17 September 2020

Menaker Ida Kunjungi Rumah Pekerja Penerima Bantuan Subsidi Upah

Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengunjungi rumah 4 pekerja/buruh penerima program bantuan subsidi upah/gaji di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (17/9/2020). Kedatangan Menaker Ida disambat hangat pekerja.

Usai bertemu dengan para penerima bantuan subsidi upah, Menaker Ida menyatakan bahwa pekerja yang dikunjungi telah menerima program BSU pada 7 Agustus 2020. Pekerja tersebut merupakan penerima bantuan subsidi upah dan telah menjadi pengiur BPJS Ketenagakerjaan lebih dari 10 tahun.

Menurut Menaker, para pekerja/buruh yang dikunjunginya hari ini sangat merasakan manfaat bantuan subsidi upah. Mereka berterima kasih kepada pemerintah karena bantuan subsidi upah ini sangat membantu kehidupan mereka dalam menghadapi pandemic covid-19

Kepada Menaker Ida, para pekerja mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah memaksa perusaahaan tempat bekerjanya ikut terdampak sehingga terpaksa mengurangi produksi yang berakibat ada penyesuaian upah.

“Jadi mereka menyadari betul, mengerti betul bagaimana kondisi perusahaan dan menerima kondisi tersebut. Begitu ada program BSU mereka berterima kasih karena paling tidak bisa (bantuan tersebut)menggantikan sebagian upah mereka yang hilang akibat Covid-19,” kata Menaker Ida.

Lebih lanjut Menaker Ida menjelaskan, pihaknya telah menerima 11,8 juta data calon penerima subsidi gaji/upah dari BPJS Ketenagakerjaan. Rinciannya, tahap I Kemnaker menerima 2,5 juta data, tahap II menerima 3,5 juta data, dan tahap III sebanyak 3 juta data. Saat ini, penyaluran subsidi gaji/u pah dari ketiga tahap sudah berjalan.

Sementara untuk tahap keempat, Menaker Ida telah menerima data dari BPJS Ketenagakerjaan untuk 2,8 juta calon penerima pada hari Rabu (16/9). Pihaknya akan segera melakukan ceklist data tersebut maksimal selama 4 (empat) hari kerja untuk melihat kesesuaian data yang diserahkan BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menargetkan penyaluran BSU kepada 15.725. 232 pekerja secara bertahap. BSU diberikan kepada pekerja sebesar Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan (total Rp2,4 juta) yang diberikan setiap dua bulan sekali.

“Pekerja yang berhak mendapatkan BSU, ialah pekerja yang memenuhi sejumlah persyaratan, seperti bergaji di bawah Rp5 juta dan menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

 

Biro Humas Kemnaker

Tags
27 Komentar
Anda harus login terlebih dahulu jika ingin memberikan komentar. Login sekarang
Senin, 28 September 2020
dateng nya jngn yg udh nerima dong ibu yg terhormat,coba datengin yg blm nerima bantuan.mkch
0
0
Sabtu, 26 September 2020
sama sama satu perusahaan, sama sama gaji di bawah 5 juta, sama samakepersertaan bpjs aktif , sama sama pnya rekening BCA yg valid, kenapa sampai sekarang blum cair juga, sedangkan rekan kerja semua dh pada cair, tolong di cek, bu mentri yang terhormat,, no bpjs saya 04j70042504
0
0
Sabtu, 26 September 2020
lambat pncairan bsu...mosok kayak gini jadi menterinya jokowi...hah
0
0
Jumat, 25 September 2020
sms link gmn bu mentri dr tgl 3 sampe sekrg gk cair2
0
0
Rabu, 23 September 2020
saya sudah 12 tahun ikut BPJS tapi apa ??? saya malah sampai sekarang belum mendapatkan bantuan juga...dimana letak keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ...bu menteri tolong di respon semua keluhan teman2 disini
0
0

Jl. Jendral Gatot Subroto Kav. 51, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12750, Indonesia

Telp: 021-5255733
Call Center: 021-50816000
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia © 2018 • Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.