Kamis, 11 Desember 2025
LKS Tripartit Nasional Capai Sejumlah Output Strategis Tahun 2025
Bogor — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan tahun 2025 ini, Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional (Tripnas) berhasil mencapai sejumlah output strategis yang memperkuat posisi lembaga ini dalam hubungan industrial.
Salah satu capaian utamanya adalah pembagian Badan Pekerja ke dalam tiga bidang, yaitu Tata Kelola, Regulasi, serta Produktivitas dan Kompetensi.
"Langkah pembagian ini dilakukan agar kerja kita lebih fokus, lebih cepat, dan lebih sesuai dengan mandat Lembaga," ujar Yassierli dalam acara 'Sidang Pleno -V LKS Tripnas di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/12/2025) malam.
Dijelaskan Yassierli, dalam kurun setahun LKS Tripnans telah menjalankan berbagai program strategis dalam rangka memperkokoh peran lembaga ini sebagai wadah konsultasi, koordinasi, dan komunikasi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.
"Beberapa capaian telah diraih, baik dalam memberikan rekomendasi kebijakan, memperluas ruang dialog sosial, maupun mendorong harmonisasi hubungan industrial di tingkat nasional dan daerah," katanya.
Selain itu dalam upaya peningkatan produktivitas, LKS Tripnas telah melaksanakan pelatihan ahli produktivitas bagi 500 peserta. "Program ini menunjukkan komitmen LKS Tripnas dalam memperkuat kualitas SDM dan mendukung peningkatan produktivitas nasional," katanya.
Namun sebagai Ketua LKS Tripnas, Yassierli memahami dinamika ketenagakerjaan tak pernah statis. Perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, transformasi pasar kerja, serta tantangan global menuntut LKS Tripnas untuk terus memperkuat kapasitas tripartit agar tetap relevan dan responsif.
Sidang pleno V dengan topik Evaluasi Kinerja dan Penyusunan Rencana Kerja LKS Tripnans Tahun 2026 memiliki arti sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dialog sosial dan penguatan hubungan industrial di Indonesia.
"Kita perlu memastikan LKS Tripnas mampu berperan sebagai hubungan industrial yang kuat, adaptif, dan mampu menjadi rujukan dalam formulasi kebijakan ketenagakerjaan. Saya ingin menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah tak bisa berjalan sendiri, pengusaha tidak bisa berjalan
sendiri," ujar Yassierli.
Sidang pleno V dipimpin oleh Ketua LKS Tripnas Yassierli didampingi tiga Wakil Ketua LKS Tripnas yakni Indah Anggoro Putri (unsur Pemerintah), Mira Sonia (Pengusaha) dan Afif Johan (Pekerja).
Biro Humas Kemnaker
Salah satu capaian utamanya adalah pembagian Badan Pekerja ke dalam tiga bidang, yaitu Tata Kelola, Regulasi, serta Produktivitas dan Kompetensi.
"Langkah pembagian ini dilakukan agar kerja kita lebih fokus, lebih cepat, dan lebih sesuai dengan mandat Lembaga," ujar Yassierli dalam acara 'Sidang Pleno -V LKS Tripnas di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/12/2025) malam.
Dijelaskan Yassierli, dalam kurun setahun LKS Tripnans telah menjalankan berbagai program strategis dalam rangka memperkokoh peran lembaga ini sebagai wadah konsultasi, koordinasi, dan komunikasi antara pemerintah, pekerja, dan pengusaha.
"Beberapa capaian telah diraih, baik dalam memberikan rekomendasi kebijakan, memperluas ruang dialog sosial, maupun mendorong harmonisasi hubungan industrial di tingkat nasional dan daerah," katanya.
Selain itu dalam upaya peningkatan produktivitas, LKS Tripnas telah melaksanakan pelatihan ahli produktivitas bagi 500 peserta. "Program ini menunjukkan komitmen LKS Tripnas dalam memperkuat kualitas SDM dan mendukung peningkatan produktivitas nasional," katanya.
Namun sebagai Ketua LKS Tripnas, Yassierli memahami dinamika ketenagakerjaan tak pernah statis. Perubahan ekonomi, perkembangan teknologi, transformasi pasar kerja, serta tantangan global menuntut LKS Tripnas untuk terus memperkuat kapasitas tripartit agar tetap relevan dan responsif.
Sidang pleno V dengan topik Evaluasi Kinerja dan Penyusunan Rencana Kerja LKS Tripnans Tahun 2026 memiliki arti sangat penting dalam memastikan keberlanjutan dialog sosial dan penguatan hubungan industrial di Indonesia.
"Kita perlu memastikan LKS Tripnas mampu berperan sebagai hubungan industrial yang kuat, adaptif, dan mampu menjadi rujukan dalam formulasi kebijakan ketenagakerjaan. Saya ingin menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah tak bisa berjalan sendiri, pengusaha tidak bisa berjalan
sendiri," ujar Yassierli.
Sidang pleno V dipimpin oleh Ketua LKS Tripnas Yassierli didampingi tiga Wakil Ketua LKS Tripnas yakni Indah Anggoro Putri (unsur Pemerintah), Mira Sonia (Pengusaha) dan Afif Johan (Pekerja).
Biro Humas Kemnaker
0 Komentar
Anda harus login terlebih dahulu jika ingin memberikan komentar. Login sekarang
Tidak ada komentar