Selasa, 07 Februari 2017 16:32 WIB 0 Komentar 135 Dilihat
Bangun Hubungan Industrial yang Kondusif, Demi Kesejahteraan Bersama.

Bangun Hubungan Industrial yang Kondusif, Demi Kesejahteraan Bersama.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, diwakili Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-Jamsos), Haiyani Rumondang  membukan acara Kongres Ke IV Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Selasa (07/02) di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta pusat.

Saat memberikan sambutan Dirjen Haiyani mengatakan bahwa pemerintah menyambut baik atas diselenggarakannya Kongres IV KSPI, yang menjadi wadah penting dalam melaksanakan peran strategis dan amanah organisasi yang berkembang dinamis dalam menghadapi berbagai tantangan maupun perubahan yang ada dewasa ini.

Di samping itu Dirjen Haiyani mengapresiasi KSPI telah mampu mewujudkan konsistensi dan soliditas organisasi yang baik dalam memperjuangkan kesejahteraan dan hak normatif anggotanya.

“Kami mengajak pengurus dan anggota KSPI untuk  menciptakan hubungan industrial yang kondusif guna kesejahteraan bersama. sehingga keberadaan KSPI akan lebih maju, solid dan berdaulat” ajak Dirjen Haiyani.

Lebih lanjut Dirjen Haiyani berharap melalui Kongres IV KSPI, dapat  menghasilkan keputusan dan ketetapan yang sinergi dan aplikatif dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan melalui kemitraan dan komunikasi yang solid dalam memperkuat budaya organisasi yang kokoh.

“KSPI diharapkan dapat melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan yang diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh", himbau Dirjen Haiyani di sela – sela sambutannya.

Sebagai mitra kerja, Dirjen Haiyani juga meminta KSPI dan jajarannya dapat merubah paradigma dan pandangan. Demi terwujudnya sikap partisipatif  dan  saling  percaya  dalam  upaya mewujudkan hubungan kerja yang harmonis, dinamis dan berkeadilan.

Lebih lanjut Dirjen Haiyani menegaskan untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya, perlu adanya tumbuh dan berkembangnya usaha tempat para pekerja/buruh bekerja atau dunia usaha.  

“Dengan kata lain, ada interaksi timbal balik antara pekerja/buruh dengan pengusaha. Untuk itu dibutuhkan komunikasi dialogis dalam nuansa kemitrasejajaran antar kedua pihak yang dikenal dengan istilah mekanisme bipartit”paparnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Dirjen Haiyani berpesan kepada para pengurus Serikat Pekerja/Serikat Buruh agar mampu meningkatkan pengelolaan organisasi secara baik, produktif, dapat mencegah segala pengaruh internal - eksternal, mampu mengindentifikasi peluang dan tantangan masa depan pekerja.