Kamis, 16 November 2017 13:44 WIB 0 Komentar 198 Dilihat
Belajar Dunia Ketenagakerjaan Sejak Dini

Belajar Dunia Ketenagakerjaan Sejak Dini

Malang – Dunia kerja selalu menjadi isu dunia. Begitu juga dengan perkembangan teknologi dan informasi yang telah berpengaruh terhadap perkembangan ketenagakerjaan. Oleh karenanya,  sosialisasi memahami dinamika ketenagakerjaan kepada generasi muda menjadi hal yang cukup penting guna mempersiapkan masa depan generasi muda.

“Persiapkan diri kalian untuk mempersiap masa depan yang lebih baik. Semoga setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan seperti yang diimpikan. Kemudian bisa memberi kontribusi pada bangsa dan negara,” kata Kasubdit Kelembagaan Penempatan dalam Negeri, Timbul Tua Panggabean, dalam kegiatan “Penyuluhan Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Tahun 2017” di SMK Munawarriyah, Malang, Kamis, (16/11/2017).

Dia menjelaskan, generasi muda harus selalu meningkatkan kompetensi dan keterampilan. Hal Itu bertujuan supaya generasi now bisa berdaya saing dimanapun mereke bekerja.

Kabid Penempatan, Junaidi, menyatakan bahwa pemerintah melalui Kemnaker telah melakukan sejumlah terobosan untuk meningkatkan daya saing SDM Nasional. Diantaranya adalah penguatan akses dan mutu pelatihan kerja. Implementasi dari kebijakan ini adalah dengan diperkuatnya Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah. Penguatan ini dilakukan pada ranah kualitas program pelatihan, maupun kuantitas kepesertaan.

Selainjutnya, sejak akhir tahun lalu Kemnaker telah mendeklarasikan program “Pemagangan Nasional.” Program yang diresmikan secara langsung oleh Presiden RI Joko Widodo ini merupakan pemagangan berbasis jabatan dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik lapangan. Dengan program ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan kompetensi dan keterampilan SDM Indonesia.

Kepala SMK Munawarriyah, Khotibul Umam menambahkan dari uraian yang disampaikan oleh Kemnaker RI ini, generasi sekarang dituntut untuk senantiasi belajar-belajar dan belajar.

“Semoga setelah belajar dengan tekun, kalian bisa meraih cita-cita,” do’anya.