Kamis, 27 Oktober 2016 15:18 WIB 0 Komentar 224 Dilihat
Pelatihan Digital Untuk Perempuan Purna TKI Sukabumi

Pelatihan Digital Untuk Perempuan Purna TKI Sukabumi

Sukabumi – Pemerintah terus mendorong untuk memberdayakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang purna bekerja di negara penempatan, khususnya bagi TKI perempuan. Kali ini, Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) bekerjasama dengan Indosat Ooredoo dan Universitas Padjadjaran telah menyiapkan sebuah program edukasi literasi digital bagi para perempuan purna TKI di Wilayah Sukabumi.

Pelatihan yang diberikan juga berupa dasar-dasar pengenalan komputer dan sistem informasi, proses pencarian informasi dan berkomunikasi melalui internet dan email, pengelolaan keuangan dengan spreadsheet, pembuatan presentasi dengan aplikasi presentasi multimedia, pengenalan e-commerce, hingga panduan keamanan internet. Indosat Ooredoo juga akan memberikan pengenalan tentang sistem Dompetku untuk mempermudah transaksi pembayaran serta pengenalan platform e-commerce Cipika.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi menunjukkan, sebagian besar dari purna TKI memang memilih berwirausaha untuk bertahan hidup pasca pensiun sebagai TKI. Akan tetapi, di saat yang sama, mereka juga harus dapat bertahan ditengah laju era digital yang serba cepat.

Melalui program ini, diharapkan para perempuan purna TKI memiliki akses ke dunia digital. Sehingga, mampu mendukung kehidupan sehari-hari mereka dalam melakukan proses pencarian informasi, berkomunikasi, atau pun kegiatan lainnya dengan mudah dan efisien. Tidak hanya itu, Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Ripy Mangkoesoebroto menuturkan, melalui program ini Indosat Ooredoo akan memberikan bekal keterampilan dan kemampuan bagi purna TKI dalam berwirausaha di era digital, menciptakan lapangan kerja dan menjadi mandiri.

“Ke depannya, program ini diharapkan juga dapat direplikasi dan diperluas jangkauannya ke masyarakat sehingga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah dan berkontribusi pada peningkatan statistik pemanfaatan akses internet, terutama untuk perempuan,” ujar Ripy dalam Pembukaan Program Pemberdayaan Perempuan Purna TKI di Sukabumi, Kamis (27/10/2016).

Lihat Berita Yang Lain

Bekerja Di Luar Negeri Beresiko tapi Memberi Peluang dan Manfaat bagi TKI

06 Desember 2017 0

Menaker Hanif mengatakan  kebanyakan  dari sisi resiko yang diangkat  adalah  kasus-kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia di luar negeri

Pemerintah Berikan Pelatihan Keterampilan Kerja Untuk Berdayakan TKI Purna

04 Desember 2017 0

Pemerintah  memberikan berbagai program kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas TKI purna. Hal ini dilakukan untuk memberdayakan TKI purna agar [...]

Menteri Hanif : Kurangi Resiko Pekerja Migran Dengan Peningkatan Perlindungan dan Kompetensi Kerja

28 November 2017 0

Dari aspek perlindungan,  dikatakan Hanif selama ini pemerintah Indonesia telah membuat berbagai kemajuan dalam sistem migrasi pekerja seperti Undang-undang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia [...]