Selasa, 02 Agustus 2016 17:42 WIB 0 Komentar 151 Dilihat
WIEF Diharapkan Tingkatkan Investasi dan Kurangi Pengaguran

WIEF Diharapkan Tingkatkan Investasi dan Kurangi Pengaguran

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) membuka World Islamic Economic Forum ke 12  yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center, Selasa (2/8). Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo mengingatkan pada seluruh delegasi bahwa 2016 adalah tahun yang menantang. Terutama setelah menghadapi krisis ekonomi global yang terjadi sebelumnya. Selain itu juga terdapat berbagai teror diseluruh dunia dan ketidakstabilan politik di berbagai negara. 


Oleh karena itu, presiden mengajak seluruh delegasi untuk dapat menggunakan beberapa kekuatan yang paling fundamental. Kekuatan pertama adalah kekuatan pemuda-pemudi muslim. Islam adalah agama dengan demografi terbaik dibanding agama lain, karena memiliki jumlah usia muda paling tinggi. Menurut Jokowi saat ini merupakan masa paling menguntungkan karena Islam mayoritas diisi oleh usia-usia produktif "Rata-rata usia muslim di dunia adalah 23 tahun, sementara non muslim adalah 30 tahun," paparnya.  


Meski demikian, Jokowi juga mengigatkan bahwa masyarakat muslim dunia juga harus menghadapi sebuah tantangan yang besar. Pengangguran, media, dan persepsi dunia terhadap islam menjadi penentu keberhasilan ekonomi negara-negara muslim, "Dalam banyak komunitas muslim, kita menderita karena angka pengangguran yang masih tinggi terutama bagi para pemuda kita. Kita belum memiliki kekuatan di media, sosial, teknologi. Lebih jauh, kita belum memenangkan persaingan persepsi tentang Islam," tegas Jokowi dihadapan para delegasi. 


Acara yang diselenggarakan pada 2-4 Agustus 2016 ini dihadiri beberapa perwakilan negara muslim seperti Pakistan, Malaysia, Republik Tajikistan, dan Kerajaan Yordania. Hadir pula dalam agenda tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri selain para menteri lainnya di kabinet Jokowi-JK.


Menaker saat dimintai komentarnya terkait agenda ini mengungkapkan rasa senang dan bahagianya event tahunan ini digelar di Indonesia. Dia berharap World Islamic Economic Forum ke 12 ini bisa menghasilkan perbaikan ekonomi secara nyata di negara negara anggota WIEF. Salah satu caranya dengan semakin deras dan terbukanya peluang investasi yang masuk di negara anggota WIEF.


"Dengan semakin membaiknya perekonomian negara-negara peserta WIEF, otomastis investasi akan meningkat. Dengan investasi yang meningkat pasti akan mampu membuka lapangan pekerjaa baru. dengan lapangan pekerjaan baru yang banyak, otomatis akan mengurangi penganguran," terangnya.

Lihat Berita Yang Lain

Pemerintah Dorong APJATI Fasilitasi Penempatan Pekerja Migran Lebih Profesional

12 Desember 2017 0

Bekasi--Pemerintah mendorong Asosiasi Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) sebagai pelaku usaha penempatan pekerja migrant agar  lebih professional dalam  memfasilitasi [...]

Keberadaan LTSA Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan Bagi TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta—Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) merupakan salah satu program perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI dalam upaya pelayanan [...]

Kemnaker Gandeng BNN Cegah Peredaran Narkoba di kalangan Pekerja dan TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta -- Dalam rangka melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan pekerja di dalam dan luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) [...]