Kamis, 02 Juni 2016 20:06 WIB 0 Komentar 221 Dilihat
Rumahkan 58 Karyawan, Menaker Panggil Pimpinan PT Maya Muncar

Rumahkan 58 Karyawan, Menaker Panggil Pimpinan PT Maya Muncar

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri, memerintahkan agar  kasus  ketenagakerjaan yang melibatkan PT Maya Muncar  (MM) segera diselesaikan, sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini menyusul telah dirumahkannya sebanyak 58 pekerja oleh perusahaan industri pengalengan ikan yang berlokasi di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan  Menaker Hanif dengan Direktur Utama  Hendri Sutadinata beserta manajemen  PT Maya Muncar  (MM) di kantor Kemnaker, Jakarta pada Kamis (2/6). Pemanggilan jajaran Direksi PT MM ini merupakan upaya Kemnaker untuk memfasilitasi dan menyelesaikan kasus ketenagakerjaan mengenai hubungan kerja dan upah yang terjadi sejak tahun 2010.



Plt Direktur Jenderal  Pembinaan  Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker  Maruli A. Hasoloan mengatakan Menaker Hanif mengarahkan agar perselisihan hubungan kerja antara 58 pekerja dengan PT MM tersebut, segera selesaikan dalam satu bulan.

 

“Sesuai arahan Pak Menteri, agar diselesaikan secara bipartite sesuai aturan.Targetnya  satu bulan dapat diselesaikan dengan melibatkan pimpinan perusahaan dengan para pekerja. Itu intinya, “ kata Plt Dirjen PPK dan K3 Maruli seusai pertemuan.


Maruli menambahkan selama ini pihaknya dan Dinsosnakertrans kabupaten Banyuwangi telah melakukan pemeriksaan dan telah memerintahkan PT MM untuk mematuhi hasil pemeriksaan berupa nota.

 

“Pemanggilan ini merupakan pemeriksaan lanjutan di kantor pusat PT MM dan bertemu dengan Dirut. Kita ingin persoalan ini segera diselesaikan dengan baik sesuai aturan ketenagakerjaan,” kata Maruli.

 

Sementara itu, Direktur Pengawasan Norma Kerja dan Jamsostek Ditjen Binwasnaker Bernawan Sinaga menjelaskan adanya perselisihan antara pekerja dengan PT MM sejak tahun 2010. Perusahaan menganggap buruh harian lepas dan berdasarkan aturan bisa diangkat menjadi karyawan tetap. Namun PT MM berdalih 58 pekerja yang menuntut dijadikan karyawan tetap itu dianggap pekerja musiman.



“Status pekerja itu buruh harian lepas. Mereka sebanyak 58 dari 700 pekerja menuntut  dijadikan pekerja tetap,” ujarnya seraya mengatakan sesuai Permenaker Nomor 100 aturan pekerja harian lepas hanya boleh pekerja selama 21 hari dalam sebulan dan tidak boleh berturut-turut selama tiga bulan bekerja.

 

“Apabila permasalahan tidak selesai dalam satu bulan ke depan, akan dibawa ke ranah penegakkan hukum, “ kata Bernawan.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Pemerintah Dorong APJATI Fasilitasi Penempatan Pekerja Migran Lebih Profesional

12 Desember 2017 0

Bekasi--Pemerintah mendorong Asosiasi Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) sebagai pelaku usaha penempatan pekerja migrant agar  lebih professional dalam  memfasilitasi [...]

Keberadaan LTSA Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan Bagi TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta—Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) merupakan salah satu program perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI dalam upaya pelayanan [...]

Kemnaker Gandeng BNN Cegah Peredaran Narkoba di kalangan Pekerja dan TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta -- Dalam rangka melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan pekerja di dalam dan luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) [...]