Selasa, 27 Desember 2016 12:20 WIB 0 Komentar 97 Dilihat
Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Akan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Akan Serap Ribuan Tenaga Kerja

Minahasa - Dalam rangka memenuhi kebutuhan energi listrik nasional, pemerintah terus menggencarkan program pembangunan pembangkit listrik di Tanah Air. Selain untuk memenuhi kebutuhan energi nasional, sejumlah pembangunan pembangkit listrik di daerah juga akan menyerap banyak tenaga kerja.

Hal ini disampaikan Presiden RI Joko Widodo saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 berkapasitas 2x20 megawat (MW) di Kecamatan Tampaso, Kabupaten Minahasa pada hari Selasa (27/12/2016). Presiden  mengatakan, setiap bicara soal pembangunan dan investasi pembangkit listrik baru cenderung selalu hanya berbicara tentang bagaimana target 35.000 MW itu terpenuhi.

"Padahal di sini juga terkait dengan penyerapan tenaga kerja yang sangat banyak," kata Presiden.

Menurutnya, pembangunan pembangkit energi listrik tersebut juga akan menyerap ribuan warga lokal. Sehingga, manfaat ganda dari pembangunan tersebut adalah terpenuhinya kebutuhan energi serta terserapnya tenaga kerja lokal di sekitar proyek.

"Sebagai contoh di PLTP Lahendong unit 5 dan 6 dan PLTP Ulubelu unit 3 di Lampung ada informasi sekitar 2.750 orang tenaga kerja lokal yang akhirnya mendapat pekerjaan dan bekerja di Lahendong dan di Ulubelu," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, presiden juga meresmikan PLTP Ulubelu Unit 3 berkapasitas 1x55 MW yang ada di Lembah Rendingan dan Gunung Tanggamus, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Kedua PLTP tersebut dibangun oleh anak usaha Pertamina, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

PLTP Lahendong unit 5 dan 6 merupakan Total Project dengan total investasi sebesar US$ 282,07 juta atau setara dengan Rp 3,3 triliun. Sedangkan PLTP Ulubelu menelan biaya investasi sebesar US$ 250 juta yang setara dengan Rp 2,8 triliun. Kedua PLTP tersebut sejak tahap eksploitasi panas bumi hingga pembangkitan listrik dilakukan langsung oleh PGE. Listrik yang diproduksi akan disalurkan kepada PT PLN (Persero).

Turut hadir dalam acara ini, antara lain Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei, dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo, Kapolri Tito Karnavian, Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Direktur Utama PLN Sofyan Basyir, Direktur Utama BTN Maryono, Direktur Utama BRI Asmawi Syam, serta Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo.

Presiden juga berpesan agar harga listrik dari Energi Baru Terbarukan (EBT) bisa kompetitif dengan negara lain. Sehingga, daya saing Indonesia dari segi investasi bisa semakin meningkat.

"Selain untuk kebutuhan masyarakat, kebutuhan industri menyangkut daya saing. Jangan sampai harga listrik kita lebih mahal dari negara lain," tutur Jokowi.

Adanya PLTP Lahendong 5 dan 6 sekaligus menambah kapasitas pembangkit Area Lahendong menjadi 120 MW dan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 240.000 kepala keluarga di Minahasa, Sulawesi Utara.

Begitu juga dengan beroperasinya PLTP Ulubelu Unit 3 yang memiliki kapasitas 1x55 MW. Hal ini akan menambah kapasitas pembangkit Area Ulubelu menjadi 220 MW dan mampu memenuhi kebutuhan listrik sekitar 440.000 kepala keluarga melalui transmisi pembangkit listrik di Lampun

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Hanif : Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia TerusĀ  Meningkat

08 Desember 2017 0

Jakarta---Hasil pengukuran produktivitas nasional, regional, dan sektoral  yang dilakukan pada tahun 2016 oleh Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik bahwa selama [...]

Perluasan Kilang Balikpapan, Pemerintah Siapkan 5.000 Pekerja Lokal Terampil

21 November 2017 0

Terkait dengan rencana pemenuhan tenaga kerja, beberapa petinggi PT Pertamina melakukan audiensi dengan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, kemarin.

Menaker: Kompetensi Sebagai Kunci Masuk Dunia Kerja

17 November 2017 1

Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri  mendorong supaya tenaga kerja Indonesia memiliki akses yang lebih baik untuk meningkatkan kompetensi.