Kamis, 28 September 2017 14:28 WIB 0 Komentar 704 Dilihat
Menaker: Perguruan Tinggi Harus Tingkatkan Relevansi dengan Dunia Industri

Menaker: Perguruan Tinggi Harus Tingkatkan Relevansi dengan Dunia Industri

Pematangsiantar -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengingatkan  supaya perguruan tinggi di seluruh Indonesia agar terus meningkatkan relevansi dengan dunia industri agar lulusannya cepat terserap pasar kerja.

 
Hal tersebut disampaikan Hanif saat memberikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Universitas Simalungun pada Kamis (28/9/2017).

 
"Sekarang  dunia bergerak cepatn muncul pekerjaan-pekerjaam baru karena perubahan teknologi. Oleh karena itu, materi yang diajarkan di kampus harus sesuai dengan perubahan jaman dan kebutuhan industri," kata Hanif.

 
Hanif menambahkan, saat ini dunia kerja perlu keterampilan baru dan kompetensi kerja yang unggul, sehingga jangan sampai dunia akademisi hanya mengajarkan mahasiswa dengan keterampilan lama.

 
Oleh karena itu jelas Hanif, jurusan dan kejuruan yang dimiliki perguruan tinggi harus relevan. Dosen, kurikulum, laboratorium dan semua peralatannya juga harus relevan dengan dunia industri dan pasar kerja.

 
"Saat ini sekitar 2 juta angkatan kerja baru Indonesia mengalami miss match dengan pasar kerja.  Hal ini karena kurangnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja," jelas Hanif. 

 
Oleh karena itu, Hanif juga meminta kepada mahasiswa supaya terus meningkatkan kompetensi diri, keterampilan kerja dan inovasi.

 
 "Saya berpesan bahwa saat ini adalah jaman persaingan, maka Anda harus punya daya saing. Saat Anda memiliki kompetensi diatas standar maka Anda akan menang. Kualitas diri harus terus digenjot," tutur Hanif.

 
Hanif menegaskan, mahasiswa harus belajar dan bekerja keras supaya memiliki kompetensi di atas standar.

 
"Orang yang ingin mencapai hasil yang besar tapi bekerjanya biasa saja itu namanya orang gila," ujar Hanif mengutip perkataan  Albert Einstein.

 
Senada dengan pernyataan Menaker Hanif terkait relevansi dunia pendidikan dengan dunia industri, Rektor Universitas Simalungu Prof. Dr. Marihot Manullang menyatakan bahwa pihaknya saat ini terus berupaya meningkatkan kerjasama dengan dunia industri.

 
"Universitas Simalungu terus meningkatkan kerja sama dengan perusahaan. Hal ini supaya terjadi penyesuaian antara kampus dengan industri, sehingga lulusan kami lebih mudah diserap pasar kerja," kata Marihot.

 
Selain itu, tambah Marihot, pihaknya juga mengirim mahasiswa untuk melakukan magang di perusahaan. Tujuan adalah supaya para mahasiswa mengenal dan bisa belajar secara langsung dari dunia industri.

 
"Selain magang di dalam negeri, kami juga mengirim mahasiswa kami magang ke Jepang," pungkasnya.

 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Pemerintah Dorong APJATI Fasilitasi Penempatan Pekerja Migran Lebih Profesional

12 Desember 2017 0

Bekasi--Pemerintah mendorong Asosiasi Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) sebagai pelaku usaha penempatan pekerja migrant agar  lebih professional dalam  memfasilitasi [...]

Keberadaan LTSA Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan Bagi TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta—Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) merupakan salah satu program perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI dalam upaya pelayanan [...]

Kemnaker Gandeng BNN Cegah Peredaran Narkoba di kalangan Pekerja dan TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta -- Dalam rangka melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan pekerja di dalam dan luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) [...]