Senin, 02 Oktober 2017 20:59 WIB 0 Komentar 787 Dilihat
Menaker: Lestarikan Batik, Selamatkan Jutaan Tenaga Kerja

Menaker: Lestarikan Batik, Selamatkan Jutaan Tenaga Kerja

Jakarta--Pada hari batik nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2017, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan batik sebagai upaya menjaga budaya khas nusantara. Menurutnya, melestarikan batik bukan hanya menyelamatkan warisan leluhur  Indonesia, namun  juga menyelamatkan industri batik yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

 
"Melestarikan batik tidak hanya menjaga warisan budaya, tapi juga menjaga industri batik yang mampu menyerap jutaan tenaga kerja. Dari hulu sampai ke hilir. Dari pengusahanya, UMKM, para pengrajinnya, sampai pada karyawan dan penjualnya. Itu menyerap tenaga kerja yang jumlahnya sangat besar," kata Hanif di Jakarta, Senin (2/10/2017).

 
Untuk itu, Menteri Hanif menambahkan, agar batik bisa lestari dan industrinya bisa bersaing secara global, maka pengrajin batik harus kreatif dan inovatif.

 
"Kuncinya kreatifitas. Pengrajin batik harus terus inovatif menciptakan motif yang unik, yang susah ditiru. Pelaku industri batik juga harus mengedukasi masyarakat terkait jenis-jenis batik dimana ada yang dibuat dengan tangan (batik tulis), dengan cap (batik cap) atau campuran tangan dan cap (batik kombinasi) sehingga masyarakat semakin tertarik," ujarnya.

 
Menaker juga meminta pelaku industri batik untuk mulai memanfaatkan penggunaan E-commerce atau sistem penjualan online. Model penjualan online terbukti lebih mudah serta tak terbatas ruang dan waktu. Apalagi di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) arus lalu lintas barang jasa semakin terbuka.
"Pemberlakuan MEA memperlancar arus barang, jasa, modal, serta investasi di kawasan ASEAN harus dimanfaatkan industri batik Indonesia dalam memasarkan produk-produknya," ungkap Hanif.
 
Oleh karena itu, pemerintah mengajak para pelaku indutri batik terus mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Selain merupakan warisan tradisi budaya nusantara, industri batik baik yang bersifat tradisinal atau modern mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. "Agar mampu bersaing di pasar domestic dan internasional. Industri batik harus mampu memikat masyarakat dengan produksi yang berkualitas dari tenaga kerja yang terampil dan kompeten,” pungkas Menaker.(***)

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Hanif : Produktivitas Tenaga Kerja Indonesia TerusĀ  Meningkat

08 Desember 2017 0

Jakarta---Hasil pengukuran produktivitas nasional, regional, dan sektoral  yang dilakukan pada tahun 2016 oleh Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik bahwa selama [...]

Menaker Hanif Tinjau BLK Lombok Timur

24 November 2017 0

Lombok Timur---Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) yang terletak di Jalan Ramban Biak, Lenek Daya, kecamatan Akmel, kabupaten Lombok Timur (Lotim), Nusa [...]

Menaker Hanif : Peranan Tripartit Menentukan Hubungan Industrial yang Harmonis

21 November 2017 1

Jakarta--Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri menegaskan kunci keberhasilan menghadapi persoalan dan tantangan ketenagakerjaan salah satunya ditentukan oleh sejauhmana peran stakeholder [...]