Senin, 07 Agustus 2017 18:19 WIB 0 Komentar 306 Dilihat
Ini Saran Menaker Hanif Agar Generasi Muda Unggul di Era Persaingan

Ini Saran Menaker Hanif Agar Generasi Muda Unggul di Era Persaingan

Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menilai bahwa generasi muda akan memegang peranan penting bagi masa depan bangsa Indonesia. 

 
Mereka harus dipersiapkan dengan baik agar bangsa ini tidak lagi dibayangi kekhawatiran akan dinamika era persaingan.  Bangsa Indonesia harus optimis, bahwa generasi muda Indonesia akan mampu meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

 
"Kita gak perlu menghawatirkan masa depan. Tetapi bagaimana kita menyiapkan kapasitas dan kompetensi  generasi muda Indonesia untuk menyambut masa depan," kata Menteri Hanif di Jakarta pada hari Senin (7/8/2017).

 
Menurutnya, Indonesia memang sedang dihadapkan pada berbagi tantangan perkembangan zaman. Namun begitu, masyarakat Indonesia harus optimis menatap kedepan. Dengan mempersiapkan generasi muda Indonesia sebaik mungkin.

 
"Lebih baik kita mulai  membangun dan memperbaiki  kualitas diri. Agar kita melampui standar yang ada," ujar Menaker.

 
Optimisme ini, menurutnya, harus mulai ditanamkan dari keluarga. Keluarga harus bisa menjadi rumah untuk menumbuhkan optimisme, menekankan tentang pentingnya pendidikan, semangat juang, dan etos kerja keras.

 
Di samping itu, Keluarga juga harus menjadi tempat pertama untuk menanamkan pentingnya pendidikan agama. Dengan adanya pemahaman akan pendidikan agama, generasi muda akan memiliki karakter yang kuat.

 
"Jimat paling ampuh di dunia ini namanya ilmu dan karakter. Itu yang harus ditekankan dalam pola pendidikan dalam keluarga,"  kata Menaker.

 
Ia juga menambahkan, generasi muda membutuhkan keteladanan. Baik dalam lingkungan keluarga maupun konteks interaksi sosial, generasi muda membutuhkan keteladanan yang baik.

 
Baginya, keteladanan yang baik tidak hanya berguna untuk menyiapkan generasi masa depan. Tetapi juga menjadi refleksi untuk diri sendiri. Hal ini juga ia usahakan kepada keluarganya.

 
Menaker pun memberi contoh cara mendidik anak-anaknya. Ia selalu mengingatkan bahwa apa yang melekat padanya saat ini sebagai Menteri kepada anak-anaknya adalah sebuah amanah rakyat, amanah presiden, amanah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karenanya, jabatan Menteri Ketenagakerjaan tersebut tak perlu dibesar-besarkan.

 
Kepada anak-anaknya, ia berpesan agar mereka selalu membumi. Mereka harus berinteraksi dengan teman-teman dan lingkungannya sebagaimana anak-anak pada umumnya.

 
"Biar mereka tahu, bahwa ini bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Saya ingin mereka lebih membumi dan bersikap biasa," tuturnya.

Lihat Berita Yang Lain

Pemerintah Dorong APJATI Fasilitasi Penempatan Pekerja Migran Lebih Profesional

12 Desember 2017 0

Bekasi--Pemerintah mendorong Asosiasi Perusahaan Tenaga Kerja Indonesia (Apjati) sebagai pelaku usaha penempatan pekerja migrant agar  lebih professional dalam  memfasilitasi [...]

Keberadaan LTSA Tingkatkan Pelayanan dan Perlindungan Bagi TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta—Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) merupakan salah satu program perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI dalam upaya pelayanan [...]

Kemnaker Gandeng BNN Cegah Peredaran Narkoba di kalangan Pekerja dan TKI

12 Desember 2017 0

Jakarta -- Dalam rangka melakukan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kalangan pekerja di dalam dan luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) [...]