Kamis, 28 Juli 2016 16:32 WIB 0 Komentar 480 Dilihat
Indonesia - Swedia Jajaki Kerjasama Peningkatan Kualitas Pekerja Indonesia

Indonesia - Swedia Jajaki Kerjasama Peningkatan Kualitas Pekerja Indonesia

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Swedia sepakat untuk menjajaki adanya kerjasama di sektor ketenagakerjaan. Kerjasama bilateral ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pekerja Indonesia melalui program pelatihan kerja yang melibatkan perusahaan-perusahaan Swedia di Indonesia.


Demikian diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam pertemuan dengan Plt Dubes Swedia Eddy Fonyodi di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta pada Kamis (28/7).


“ Kita merespon positif  penjajakan kerjasama dengan Swedia. Kerjasama ini diharapkan meningkatkan kualitas pekerja di Indonesia melaluitransfer knowledge dalam bentuk pelatihan di tempat kerja ataupun di lembaga pelatihan yang ada, kata Menaker Hanif.

 

Menekar Hanif mengatakan langkah kerjasama pelatihan keterampilan kerja atau skill itu bisa ditransformasi melalui kerjasama yang melibatkan perusahaan-perusahaan dan tenaga kerja asal Swedia yang berada di Indonesia.


"Misalnya BLK bekerjasama dengan perusahaan otomotif, listrik maupun elektronik dari Swedia di Indonesia. Kita juga minta agar para pekerja asing melakukan transfer knowledge sehingga  kualitas pekerja kita meningkat" katanya.

 
Menurut Menaker upaya sinergi peningkatan kualitas pekerja Indonesia dengan perusahaan-perushaan asing yang berada di Indonesia tersebut sejalan dengan perintah Presiden Joko Widodo.

 
"Tidak bisa lagi kita hanya  mengandalkan dengan struktur-struktur dalam negeri saja, tapi harus bersinergi dari pihak luar negeri untuk meningkatkan kualitas pekerja Indonesia, " katanya.


Menaker Hanif mengatakan, pada prinsipnya investasi asing ditanamkan harus membawa manfaat terciptanya lapangan kerja baru dan terjadi perluasan kesempatan kerja, sehingga dapat menyerap tenaga kerja Indonesia dalam jumlah besar.


"Tidak ada perlakuan diskriminatif antara tenaga kerja Indonesia dan  tenaga kerja asing dalam hal pengupahan, sehingga dapat menciptakan iklim kerja yang kondusif, aman, nyaman dan harmonis, " kata Menaker Hanif.


Sebagai salah satu tanggung jawab Kemenaker, terkait daya saing tenaga kerja dan produktivitas, khususnya melalui pelatihan kerja, Menaker mengatakan pihaknya telah mengeluarkan berbagai kebijakan yang terkait dengan pelatihan kerja.


"Bahkan kebijakan-kebijakan tersebut memposisikan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai leading sectors dalam penyiapan SDM berbasis kompetensi dengan menekankan pada sinergitas dunia pendidikan dan pelatihan kerja " katanya.


Dalam kesempatan pertemuan singkat itu, Eddy juga menyampaikan pesan PM Swedia telah berkirim surat sekaligus mengundang Presiden Joko Widodo untuk bergabung dalam kelompok utama (First Core Group) para pemimpin dari pemerintahan, pengusaha/bisnis dan serikat pekerja/buruh, serta organisasi yang mendukung Global Deal Initiative (GDI).

 
GDI  rencananya akan diluncurkan pada saat diselenggarakannya UN General Assembly di New York pada 21 September tahun ini. Oleh karenanya, PM Swedia berharap Presiden Joko Widodo dapat bergabung dan mendukung First Core Group dimaksud pada saat peluncuran GDI nanti.


Global Deal Initiative
 yang dilengkapi dengan Deklarasi Pendukung (Declaration of Support) merupakan upaya atau initiative bersama (global) dari para pemangku kepentingan (pemerintah, pengusaha/kalangan bisnis, dan pekerja, sertta organisasi internasional untuk mempromosikan kerja layak (decent work) dan meningkatkan produktivitas yang dapat memberikan keuntungan bagi semua.


Global Deal Initiative
 bukan merupakan perjanjian legal, melainkan sebuah konsep kerjasama di bidang pasar kerja yang dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak (pekerja, perusaaan, serta masyarakat sosial). 

 

Initiative ini, diharapkan juga dapat mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan No.8, yaitu : Mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, lapangan kerja yang penuh dan produktif, serta kerja layak bagi semua (Promote sustained, inclusive and sustainable economic growth, full and productive employment and decent work for all).

 

 Biro Humas Kemnaker