Selasa, 28 Oktober 2008 14:06 WIB 0 Komentar 465 Dilihat

Studi Trend Kesempatan Kerja Di Dalam Negeri dan Promosi Pasar Kerja Internasional

Executive Summary

A. Permasalahan

Kondisi ketenagakerjaan di Indonesia masih lebih bersifat excess supply labour market,  oleh karena itu pemerintah perlu melihat ke depan tentang trend kesempatan kerja, yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonominya. Perkiraan kesempatan kerja tersebut untuk masa mendatang diperinci menurut sektornya.

Pengiriman tenaga kerja di luar negeri diperlukan guna mengatasi pengangguran dalam negeri dan lebih mendayagunakan potensi tenaga kerja yang ada. Pengiriman TKI ke luar negeri masih didominasi jenis pekerjaan sektor informal yang rentan dalam permasalahan, sekarang mulai ditingkatkan penempatan TKI  ke luar negeri pada jenis pekerjaan sektor formal dengan lebih memanfaatkan peluang pasar kerja yang ada di luar negeri.

B. Tujuan

Untuk mengetahui : 

  1. Gambaran trend kesempatan kerja dalam negeri, yang dikaitkan dengan pertumbuhan ekonominya di daerah setempat, dengan rincian dari aspek sektornya.
  2. Gambaran jabatan-jabatan formal dan informal dengan segala persyaratannya yang masih terbuka bagi Tenaga Kerja Indonesia di beberapa negara.

C. Temuan

  1. Kondisi ketenagakerjaan di daerah Jawa Timur memperlihatkan permasalahan yang begitu komplek secara substansi kualitas tenaga kerja relatif rendah, rendahnya kualitas tenaga kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Akibatnya potensi terjadinya hubungan industrial cukup tinggi meskipun terjadi penurunan angka pengangguran, pengangguran masih cukup besar tahun 2006 sebanyak 1.575.299 orang.
  2. Di daerah Jawa Barat berdasarkan data BPS tingkat pengangguran terbuka mencapai 14% dan pengangguran terselubung menjadi 30%.
  3. Di Batam untuk mengatasi pengangguran Disnakertrans Batam membuka informasi seluas-luasnya tentang kesempatan kerja kepada pencari kerja dan juga menjalankan bursa kerja dan Bimtek.

D. Kesimpulan

  1. Elastisitas tenaga kerja di Jawa Timur sebesar 0,22 dan pertumbuhan ekonomi 2009 sebesar 6,3%, maka kesempatan kerja tahun 2009 sebesar 18.403.333 orang. Kesempatan kerja terbanyak disektor pertanian 827.409 orang, kemudian sektor perdagangan 3.643.325 dan 2.504.432 disektor industri pengolahan, sedangkan sektor yang kecil daya serapnya adalah sektor keuangan dan sektor listrik, gas dan air sebesar kurang dari 190.000 dan kurang dari 40.000 orang. 
  2. Masalah Ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Barat masih cukup memprihatinkan, yaitu masih tingginya pengangguran terbuka (14%) dan pengangguran tersembunyi (30%).
  3. Dengan target PDRB Jawa Barat tahun 2009 sebesar 2,56%, maka akan dapat diperoleh proyeksi kesempatan kerja tahun 2009 sebesar 16.182.359 juta orang, namun dengan adanya peluang-peluang yang ada di Jawa Barat, maka proyeksi kesempatan kerja tahun 2009 masih dapat ditingkatkan.
  4. Pengembangan kota Batam diupayakan menjadi sebuah kota jasa yang merupakan ”center of excellent”, dan dengan perkembangan kondisi perekonomian Batam yang positif, yang ditandai dengan stabiliti IHK, inflasi yang rendah, dan lain-lain, maka akan dapat mendorong pertumbuhan investasi asing maupun domestik.
  5. Dengan kondisi pertumbuhan ekonomi tahun 2007 yang di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, diharapkan Batam dapat menyerap kesempatan kerja yang cukup tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi 2003 – 2007 adalah di sektor perdagangan (+ 9%), sektor industri (8%), dan sektor pertambangan maupun angkutan. Sedangkan jenis jabatan yang masih dapat menyerap tenaga kerja adalah antara lain elektronik, perkapalan, pengeboran pantai dan baja.
  6. Pada prinsipnya kebijakan Pemerintah Kanada membuka pintu bagi TKA untuk mengisi kekurangan tenaga kerja terlatih dan buruh di Kanada. Pemerintah Kanada mempunyai kebijakan bahwa TKA tidak menghalangi kesempatan kerja bagi warga negara dan permanent resident (PR) Kanada. TKA terlatih juga diharuskan untuk dapat melatih warga negara Kanada di bidang tersebut serta dapat meningkatkan perekonomian Kanada.
  7. Meskipun memberikan banyak kemudahan bagi para migran dan/atau TKA, pada prinsipnya Pemerintah Kanada memberikan kepemilikan visa yang ketat bagi seluruh pendatang yang ingin mengunjungi Kanada, kecuali bagi negara-negara yang diberikan bebas visa. Kementerian Imigrasi dan Kewarganegaraan Kanada (CIC) secara reguler akan melakukan review persyaratan visa terhadap setiap negara termasuk untung ruginya.
  8. Dari segi perlindungan TKA, Pemerintah Kanada berupaya melakukan pembenahan berbagai peraturan yang ada. Baru-baru ini Pemerintah Kanada telah mengusulkan perubahan terhadap UU Keimigrasian Kanada yang dikenal sebagai Immigration and Refugee Protection Act (IRPA) dengan tujuan mencegah adanya perlakuan yang tidak diinginkan terhadap para pekerja asing. Apabila usulan perubahan ini disetujui, Menteri Imigrasi dan Kewarganegaraan Kanada berhak untuk menginstruksikan kepada petugas imigrasi untuk tidak memberikan ijin kerja kepada pemohon yang ditenggarai akan menjadi korban penipuan. Dalam aturan IRPA yang ada saat ini, petugas imigrasi Kanada tidak bisa membatalkan ijin kerja seseorang yang telah memenuhi seluruh persyaratan masuk ke Kanada meskipun ditemukan adanya kemungkinan yang bersangkutan akan menjadi korban penipuan termasuk eksplotasi seks.
  9. Australia untuk tahun 2011 – 2012 masih membutuhkan tenaga kerja dengan jabatan-jabatan akuntansi, perbankan, manajemen (21,9%), kesehatan (10,1%), sales assistant, store person (13,8%), pramusaji dan pariwisata (5,7%).
  10. Jabatan TKI di Australia adalah kemampuan dan keahlian berbahasa Inggris. Disamping itu standard akreditasi dari pekerja terampil, karena system pengajaran dan kurikulum lembaga pendidikan di Indonesia tidak sama dengan Australia, pekerja terampil lulusan Indonesia sulit diakui secara langsung oleh beberapa penguji di Australia.
  11. Singapura untuk masa mendatang masih sangat membutuhkan Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) dari Indonesia (55%) dibandingkan dari Pilipina (40%) dan sisanya dari Srilangka, Thailand dan lain-lain. Hal ini berkaitan dengan ”open door policy” dari Singapura. Data pelaksanaan TKA di Singapura memberlakukan beberapa jenis ijin kerja yang dikeluarkan oleh MOM Singapura yaitu Employmen Pass dan Work Permit. 
  12. TKI yang akan bekerja sebagai PLRT di Singapura harus memperhatikan peraturan keimigrasian yang ketat yang diberlakukan oleh pemerintah Singapura.

E. Rekomendasi

  1. Dalam rangka penyusunan trend/proyeksi kesempatan kerja dimasa mendatang agar lebih rinci secara sektor dengan jenis jabatan dan tingkat pendidikan, disarankan agar di Bappeda Propinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Batam mempunyai data SOM, EOM dan SEM (data Sekerda).
  2. Perhitungan jumlah kesempatan kerja persektor dimasa mendatang, diperlukan target pertumbuhan ekonomi persektor, dengan jalan lebih mengaktifkan peran Bappeda dan PTKD setempat.
  3. Data pengangguran yang ada sebagian besar adalah diperinci per daerah Kabupaten/Kota, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. Masalah pengangguran terbuka dan setengah pengangguran (under employment), khususnya dilihat dari jam kerja, baik yang time under employment, maupun yang critical time under employment.
  4. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Jawa Barat dan Batam agar mengusahakan kondisi stabilitas ekonomi makro, terkendalinya inflasi, agar investasi oleh pemerintah dan swasta dapat meningkat, yang secara tidak langsung dapat memperluas kesempatan kerja.
  5. Peluang kerja di Kanada, Australia dan Singapura cukup besar dan terbuka bagi TKA termasuk TKI. Mereka telah menyatakan siap membantu Pemerintah R.I dalam ”memasarkan” TKI ke 3 (tiga) negara tersebut melalui mekanisme yang ada antara lain dengan memfasilitas penyaluran informasi tentang ketersediaan dan potensi TKI kepada para pengusahanya. Tawaran ini perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit berupa antara lain:
  • Pemerintah RI melalui Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta BNP2TKI harus menyiapkan :
    1. Informasi/data mengenai pasar dan potensi TKI yang antara lain mencakup jumlah TKI, mekanisme pengrekrutan, kualifikasi pendidikan, keahlian dan ketrampilan, pengalaman serta sertifikasi yang dimiliki.
    2. Daftar Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang memiliki potensi untuk menjalin kerjasama antara lain mencakup profil dan reputasi perusahaan bersangkutan. Selain itu perlu diperhatikan komitmen dari perusahaan-perusahaan tersebut karena berdasarkan realita di lapangan ditemukan lemahnya komitmen dari beberapa PPTKIS tertentu untuk menindaklanjuti berbagai tewaran/peluang untuk menempatkan TKI di negara-negara tersebut.
  • Berbagai pihak yang menangani pengiriman TKI di Indonesia khususnya Agen TKI perlu lebih intensif menjalin kerjasama dengan Agen Tenaga Kerja Asing di 3 (tiga) negara tersebut.

  • Catatan:

    Untuk memperoleh hasil penelitian yang lengkap, dapat menghubungi :

    Pusat Litbang Ketenagakerjaan
    Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi
    Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I
    Jl. TMP Kalibata 17, Gd Utama Lt. 6.
    atau melalui via telepon (021-7989885) c.q. Bpk Yuslam atau Bpk Amarullah.

Lihat Berita Yang Lain