Kamis, 20 Desember 2018 14:00 WIB 0 Komentar 154 Dilihat
KAJIAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DI SEKTOR MARITIM (Tahun 2018)

KAJIAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DI SEKTOR MARITIM (Tahun 2018)

KAJIAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA DI SEKTOR MARITIM
DALAM RANGKA MARITIME LABOR CONVENTION MLC
Sapto Setyodhono

Indonesia merupakan negara besar yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote. Wilayah Indonesia sebagian besar (70%) merupakan lautan dan 30% daratan. Daratan terdiri dari pulau-pulau (13.466 pulau) sehingga dikenal dengan negara kepulauan dan ada juga yang menjuluki dengan negara bahari/maritim.  Secara geografis negara Indonsia terletak di antara 2 (dua) benua yaitu benua Australia dan Asia, dan 2 (dua) samudera yaitu samudera Pasifik dan samudera Hindia. Dengan kondisi tersebut sudah barang tentu banyak aktivitas/kegiatan di sektor maritim khususnya di bidang pelayaran baik di dalam negeri maupun antar negara. Aktivitas sektor maritim itu tentu membutuhkan banyak tenaga kerja sebagai pelaut baik sebagai awak kapal maupun nelayan dan sebagainya. Aktivitas pada sektor maritim memiliki berbagai risiko terhadap pekerjanya. Sebagai tenaga kerja di sektor maritim sebagaimana tenaga kerja pada umumnya juga mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan. Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pekerja maritim, Organisasi Pekerja Internasional (International Labour Organization – ILO) telah menyusun instrumen hukum berupa Maritime Labor Convention (MLC), 2006 (Konvensi Ketenagakerjaan Maritim).....Download