Sabtu, 05 September 2009 13:49 WIB 0 Komentar 270 Dilihat

Kajian Link And Match Lulusan Pendidikan Tinggi Dengan Memberdayakan Bursa Kerja

Executive Summary

A. Permasalahan

Studi Link And Match lulusan pendidikan tinggi dengan memberdayakan bursa kerja di maksudkan untuk dapat memberi saran tindak lanjut berupa pengembangan kelembagaan, penguatan program dan kegiatan serta sinerjisme antar stake holder, sehingga dapat mengatasi rendahnya pendayagunaan lulusan pendidikan tinggi.

Bahan dihimpun berupa data sekunder, kepustakaan, statistik tenaga kerja dan statistik sekolah, sedangkan konfirmasi kebijakan dilakukan dengan pihak berkompeten terkait pada jajaran Pemerintah Provinsi dan Penyelenggara Pendidikan Tinggi.

B. Temuan

  1. Lembaga Pendidikan Tinggi setiap tahun mengeluarkan lulusan lebih besar dari permintaan pasar kerja, para alumni yang bekerja belum sepenuhnya setara dan sesuai dengan jenjang dan keahlian yang dimiliki.
  2. Kesenjangan pasar kerja bagi bagi lulusan pendidikan tinggi, disamping karena faktor ekses supply juga karena belum terkelolanya informasi pasar kerja secara sistimatik, komprehensif dan berkelanjutan.
  3. Dipahami bahwa sistem pendidikan tinggi lebih banyak yang berorientasi akademik di banding yang menghasilkan tenaga profesi sehingga perlu setiap penyelenggara pendidikan melengkapi dengan bursa kerja.
  4. Pada kenyataannya keberadaan bursa kerja di beberapa perguruan tinggi di Semarang dan Surabaya, adalah buah sosialisasi dan bimbingan teknis awal 1990 an dengan komitmen penyelenggara pendidikan tinggi serta pengelola yang memiliki visi ketenagakerjaan cukup memadai. Sesuai tuntutan bursa kerja tersebut telah mengembangkan data base IPK, spesialisasi layanan pendaftaran, bimbingan dan penyuluhan jabatan, tehnik menghadapi testing/wawancara dan perjanjian kerja termasuk penyelenggaraan diklat bahasa dan job fair.
  5. Bagi sebagian lainnya, Universitas baik Negeri maupun Swasta, Institut dan Sekolah Tinggi yang belum menyelenggarakan bursa kerja disebabkan:
  •  
    • Tidak pernah menerima sosialisasi dan bimbingan tehnis tentang bursa kerja.
    • Belum mengembangkan  visi dan misi ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan pendidikan.
    • Belum/tidak adanya komitmen pimpinan perguruan tinggi untuk menyelenggarakan bursa kerja.

Pengaturan lebih lanjut tentang bursa kerja pendidikan tinggi perlu disesuaikan dengan semangat otonomi daerah dengan menjamin berlakunya otonomi kampus.

C. Saran

Intervensi kebijakan berupa sosialisasi dan bimbingan teknis, merupakan stimulant yang dapat menumbuhkan komitmen penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk menyelenggarakan layanan bursa kerja.

Atas dasar pemikiran tersebut, penting dan perlu adanya upaya perluasan program sosialisasi dan bimbingan teknis, untuk menfasilitasi perguruan tinggi agar memiliki orientasi pasar kerja dan menyelenggarakan bursa kerja dengan mendukung upaya terwujudnya kesetaraan luaran pendidikan tinggi dengan kebutuhan pasar kerja.

Pengaturan lebih lanjut tentang bursa kerja pendidikan tinggi perlu disesuaikan dengan semangat otonomi daerah dengan menjamin berlakunya otonomi kampus.

Catatan:

Untuk memperoleh hasil penelitian yang lengkap, dapat menghubungi :

Pusat Litbang Ketenagakerjaan
Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi R.I
Jl. TMP Kalibata 17, Gd Utama Lt. 6.
atau melalui via telepon (021-7989885) c.q. Bpk Yuslam atau Bpk Amarullah.

Lihat Berita Yang Lain