Senin, 02 November 2009 18:38 WIB 0 Komentar 441 Dilihat

Employment Service Center (ESC), Peran Vital Pengantar Kerja

Petugas pengantar kerja sangat dibutuhkan sebagai jembatan atau penghubung antara para pencari kerja dengan perusahaan.

Depnakertrans sedikitnya akan merekrut 3000 orang calon pengantar kerja untuk ditempatkan di seluruh provinsi, kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Para calon pengantar kerja tersebut akan diberi pelatihan dan pendidikan khusus mengenai pelayanan informasi pasar kerja, penyuluhan dan bimbingan jabatan dan perantaraan kerja.

"Saat ini peranan petugas pengantar kerja sangat dibutuhkan sebagai jembatan atau penghubung antara para pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan. Salah satu tugasnya adalah memberikan pelayanan informasi pasar kerja sesuai dengan supply and demand kebutuhan tenaga kerja yang ada di daerah" ungkap Menakertrans Dr.Ir.Erman Suparno,MBA,MSi. Saat meresmikan Employment Service Center (ESC) dan menjadi Keynote Speaker dalam Simposium Bertema ”Peran Perguruan tinggi dalam Pengembangan Kualitas Tenaga Kerja di Gedung Rektorat Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat baru-baru ini.

Menakertrans yang didampingi Kadisnakertrans Jawa Barat Mustopa Djamaludin, Rektor UI Prof. Dr. der Soz.Gumilar Somantri dan JICA Indonesia, Mr. Hamada mengatakan akan bekerja sama dengan APINDO dan Kadin untuk memfungsikan kembali tugas-tugas penempatan tenaga kerja, salah satunya adalah pengantar kerja. "Rencana perekrutan petugas pengantar kerja ini akan segera direalisasikan pada tahun 2009 ini."

Menakertrans mengatakan para calon pengantar kerja akan beri pelatihan dan pendidikan khusus dan apabila telah memenuhi kriteria yang ditetapkan akan diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Hal ini sesuai dengan Peraturan Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER-07/MEN/IV/2008, tentang Penempatan Tenaga Kerja. Dengan merevitalisasi fungsi-fungsi penempatan tenaga kerja di Indonesia diharapkan bisa menekan angka pengangguran.

Menakertrans menjelaskan saat ini pemerintah berupaya keras untuk menurunkan angka pengangguran yang ada di Indonesia. Salah satu upayanya adalah melaksanakan paradigma link and match di Indonesia. Harus ada perubahan Paradigma dalam dunia pendidikan dari output oriented menjadi job oriented agar para lulusan dapat terserap dunia kerja.

Sementara itu, Menakertrans mengatakan berdasarkan hasil analisa, salah satu sebab tingginya angka pengangguran adalah kurangnya aksesibilitas terhadap informasi pasar kerja. Oleh karena itu, Menakertrans Erman Suparno berinisiatif membentuk Bursa Kerja Khusus atau Employment Service Center (ESC) di tingkat perguruan tinggi yang ditujukan bagi lulusan dan mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi yang sedang mencari pekerjaan.


WAJIB DI SETIAP KAMPUS

Dalam pendirian Bursa Kerja Khusus/ESC ini Universitas Indonesia dan Universitas Negeri Jakarta menjadi Proyek Percontohan. Apabila program ini memberikan hasil positif, maka nantinya di setiap perguruan tinggi akan disediakan Bursa Kerja Khusus.

Dr. Reyna Usman Ahmadi, Direktur Pengembangan Pasar Kerja Ditjen Binapenta Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengisyaratkan Employment Service Center wajib ada di setiap kampus guna kurangi angka pengangguran. Lulusan Indonesia, katanya, memang sudah cukup berkualitas. Tinggal sedikit lagi untuk me-matching-kan kualifikasi, karena jabatan-jabatan itu saat ini banyak berubah. Gerakan jabatan itu setiap saat berubah. Berubah itu mengikuti trend industri yang sedang in di negara kita.

Implementasinya kita melakukan hubungan dengan Universitas, khususnya dalam penyiapan Employment Service Center (ESC). Jadi kita harapkan lebih banyak ESC sehingga tidak semua dilayani dalam Job Fair tetapi kita membuat sebuah ESC, itu setiap kampus harus ada. Hingga kini ESC baru ada di empat perguruan tinggi kita, yakni di Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (Unibraw), kemudian Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Universitas Udayana.

"Jadi kenapa Universitas ingin membantu kita, karena memang alasan yang pertama adalah yang kita inginkan Universitas atau perguruan tinggi yang ada di Pulau Jawa dan di luar Pulau Jawa. Ini sangat memberi respon positif terhadap lulusan ataupun pemberi kerja. Sehingga apa yang kita harapkan itu adalah job matching. Adanya peluang-peluang lowongan kerja, itu hendaknya diketahui oleh pihak perguruan tinggi, sehingga mereka melakukan suatu refleksibilitas didalam kurikulum ataupun silabus yang prioritas Job Fair tadi itu," ujar Reyna kepada wartawan.

Dikatakannya, untuk saat ini lowongan kerja yang ada, itu agak naik jumlahnya dari tahun lalu. "Saat ini 6.000 lebih lowongan pekerjaan dan diikuti oleh 89 perusahaan. Pada awalnya, kita merasa bahwa ini mungkin ada terkait dengan terjadinya krisis global yang berimbas kepada Indonesia. Kita mengira ini adalah tantangan, ternyata, lowongan pekerjaan kita cukup banyak. Kita harapkan ini perlu buat Indonesia, dimana job-job ataupun jabatan-jabatan yang ditawarkan ini memang jabatan-jabatan yang benar-benar tidak diisi oleh tenaga-tenaga kerja yang terampil karena mereka menginginkan perimbangan gaji yang sangat besar,"paparnya.

Peluang ini bisa diisi oleh tenaga kerja Indonesia. Sebagaimana dikatakan Menakertrans, Dr.Ir. Erman Suparno,MBA,Msi, kita melakukan kajian itu hanya 30 % daripada setiap penyelenggaraan Job Fair, penyerapannya hanya mencapai 30 %. Nah ini merupakan suatu pekerjaan buat kami, untuk menganalisis, untuk me-matching-kan, yang 70% ini masih ada lowongan, ini adalah kesempatan yang baik buat kita semua untuk mengisi itu apabila ada yang terkena dampak PHK.

Selama ini, sambung Reyna, ada kesenjangan antara kualifikasi kompetensi kerja dan demand jabatan pekerjaan yang diinginkan. Itu tidak terisi karena faktor kualifikasi kompetensi lokal yang agak rendah. “Nah ini kita harapkan setiap penyelenggaraan Job Fair, paling tidak, sebagai calon pekerja, itu harus mempersiapkan diri mengantisipasi memilih informasi-informasi pekerjaan yang ada, sehingga kedepan, itu menjadi target daripada pasar kerja yang akan kita isi,”tutur Reyna.

Lihat Berita Yang Lain

Kota Terpadu Mandiri Makin Menjamur

28 Agustus 2009 0

Pengembangan kawasan transmigran menjadi Terpadu Mandiri terus berlanjut. Menyebarkan sentra pertumbuhan baru ke berbagai daerah, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan [...]

Kepedulian Pemerintah Perbaiki Nasib Pekerja

27 Agustus 2008 0

Bekerjasama dengan Kementrian Negara Perumahan Rakyat, Depnakertrans segera membangun perumahan TKI dan Pekerja.

Bangkitkan Gairah Wirausaha

27 Agustus 2008 0

Membangkitkan semangat kewirausahaan.