Rabu, 08 November 2017 13:46 WIB 0 Komentar 740 Dilihat
Nasehat Menteri Hanif untuk Santri Zaman Now

Nasehat Menteri Hanif untuk Santri Zaman Now

SOLO – Sebelum menghadiri acara resepsi pernikahan putri Presiden Joko Widodo di Kota Solo, Jawa Tengah, Mentri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyempatkan diri bersilaturahim ke Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo, Selasa malam, 7 November 2017.  Pesantren yang juga menjadi almamaternya. Menaker diterima oleh pengasuh pesantren, KH Abdul Rozak Shofawi, KH Faisol Rozak serta sejumlah pengasuh lainnya.

 
Di ujung acara silaturrahim, Menaker diminta memberikan motivasi kepada sekitar 500 santri. Dihadapan santri,  dia mengajak santri memenangkan persaingan di segala bidang. “Dunia terus berubah. Tantangan santri juga berubah. Buktikan bahwa santri zaman _now_ mampu memenagkan persaingan di segala bidang. Dunia ke depan, adalah dunia yang akan dipimpin oleh para santri,” kata Menteri Hanif.

 
Untuk memenangkan persaingan,  Menaker yang merupakan alumni Al Muayyad tahun 1991 ini membagikan kunci memenangkan persaingan. Syaratnya, santri harus memiliki kompetensi di atas standar. Kompetensi yang standar belum tentu memenangkan persaingan, apalagi jika di bawah standar. Oleh karenanya, santri tak hanya menguasai ilmu agama, namun juga keahlian tertentu.

 
Bagaimana agar memiliki kompetensi di atas standar? “Santri juga harus belajar di atas standar, bekerja keras, serta takzim pada kiai agar ilmu yang dipelajarinya _barokah_ (bermanfaat lebih),” tambahnya.

 
Bagi Menaker, salah satu kelebihan santri adalah memiliki memiliki karakter yang kuat, yakni disiplin dan kejujuran. Menteri Hanif juga berbagi cerita percakapannya dengan beberapa praktisi human resource development di beberapa perusahaan yang menyimpulkan bahwa kejujuran menjadi pertimbangan utama dalam menerima pekerja. Pasalnya, kejujuran tidak bisa diciptakan secara instan. Sementara skill lebih mudah dipelajari.

 
Dengan karakter kuat serta kompetensi yang di atas standard, santri bisa menjadi pebisnis, birokrat, akademisi, politisi, seniman, petani dan sebagainya.  “Sekali lagi, tunjukkan bahwa santri zaman now mampu memenangkan persaingan di segala bidang,” tegas Menaker mengakhiri sambutan. (****)

Lihat Berita Yang Lain

Menaker : Serikat Pekerja/Buruh Harus Responsif Terhadap Perkembangan Teknologi di Dunia Kerja

02 Mei 2017 0

Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengingatkan serikat pekerja/serikat buruh agar bersikap resposif terhadap kemajuan teknologi yang berpengaruh pada dunia kerja. Respon [...]

Memotong Lingkaran Setan Kemiskinan dengan Pelatihan Kerja

01 Maret 2017 0

Bogor - Pelatihan vokasi atau yang lebih dikenal sebagai pelatihan kerja merupakan shortcut (jalan pintas) untuk percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Kemnaker dan ESDM Jalin Kerja Sama di Bidang Ketenagalistrikan

30 November 2016 0

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin kerja sama di Bidang Ketenagalistrikan, Rabu (30/11). Kerja sama ini dalam rangka memenuhi kebutuhan [...]