Jumat, 02 Desember 2016 18:45 WIB 0 Komentar 80 Dilihat
Ditjen PHI dan Jamsos Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Trainer Terampil Bernegosiasi

Ditjen PHI dan Jamsos Gelar Pelatihan Peningkatan Kompetensi Trainer Terampil Bernegosiasi

Direktorat Kelembagaan dan Kerja Sama Hubungan Industrial Direktorat Jenderal (Ditjen) PHI & Jamsos Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan Pelatihan Upgrading Trainers Terampil Bernegosiasi Dalam Hubungan Industrial di Hotel Lor In Sentul, Bogor.

Pelatihan yang dilakukan selama lima hari dari 29 November hingga 3 Desember 2016 ini diikuti oleh 80 Trainer Terampil Bernegosiasi yang terdiri dari unsur Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB), unsur pengusaha, dan Pemerintah baik pusat maupun daerah. 

Direktur Jenderal (Dirjen) PHI & Jamsos, Haiyani Rumondang, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat mendorong para Trainer untuk memberikan pelatihan bernegosiasi terhadap anggota SP/SB di lingkungan federasi dan konfederasi masing-masing.

"Dari kegiatan ini Pemerintah berharap Trainer dapat mendorong pelaksanaan pelatihan-pelatihan keterampilan bernegosiasi yang berkualitas. Baik yang diselenggarakan di orgasisasi SP/SB, organisasi pengusaha atau diprogramkan perusahaan melalui LKS Bipartit," kata Haiyani.

Selain itu, menurut Haiyani para Trainer ini harus bisa melakukan kaderisasi pembentukan tim perunding di SP/SB. Sehingga dapat terjalin kerja sama antara organisasi SP/SB dengan manajemen perusahaan dalam menyelenggarakan pelatihan keterampilan bernegosiasi.

"Para Trainer harus bisa melakukan kaderisasi pembentukan tim perunding di SP/SB lalu mengembangkan kerja sama dengan manajemen perusahaan dalam rangka penyelenggaraan pelatihan terampil bernegosiasi melalui kegiatan LKS Bipartit di lingkungan perusahaan," tutur Haiyani.

Haiyani juga mengimbau kepada para Trainer agar tidak hanya ahli dalam bernegosiasi melainkan juga dapat mengembangkan kompetensinya di bidang ketenagakerjaan lainnya.

"Kedepannya diharapkan para Trainer berperan proaktif mengembangkan kompetensi  tidak hanya keterampilan bernegosiasi dalam hubungan industrial tapi juga memahami bidang ketenagakerjaan lainnya seperti jaminan sosial, koperasi pekerja dan pengupahan," ujar Haiyani.

Haiyani menilai pertisipasi para Trainer memberikan dampak positif pada iklim ketenagakerjaan serta menumbuhkan optimisme bagi kelangsungan usaha dan investasi bagi penciptaan lapangan pekerjaan.

Pelatihan keterampilan bernegosiasi yang dilakukan Kemnaker telah mencetak 184 Trainer Terampil Bernegosiasi. Dari jumlah tersebut 104 orang Trainer berasal dari unsur pekerja, 25 orang dari unsur pengusaha dan 55 orang dari unsur Pemerintah.