Kamis, 18 Februari 2016 23:03 WIB 0 Komentar 718 Dilihat
Ini Hasil Konferensi SDGs

Ini Hasil Konferensi SDGs

Konferensi tentang “Agenda untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Kerja Layak untuk Semua”(17-18 Februari 2016) ditutup dengan pengakuan terhadap pentingnya mencapai pertumbuhan inklusif dan kerja layak melalui dialog sosial tripartit di Indonesia. Konferensi ini mencatatIndonesia akan menerapkan SDGs dengan mempertimbangkan tingkat pembangunan dan kapasitas.
 
“Saya berharap ILO segera beraksi menyikapi hasil Konferensi SDGs ini dan kami siap mengawal pelaksanaannya,  “ kata Sekjen Kemenaker Abdul Wahab Bangkona saat membacakan hasil konferensi "Agenda Indonesia untuk SDGs (Sustainable Development Goal) menuju Kerja Layak untuk Semua” di, Jakarta, Kamis (18/2).
 
Menurut Sekjen Abdul Wahab konferensi ini menyepakati upaya-upaya  dalam  penciptaan lapangan kerja (terutama untuk kaum muda), peningkatan produktivitas, pendidikan kejuruan dan pelatihan, meningkatkan hak-hak pekerja dan mempromosikan lingkungan kerja yang aman, memperhatikan keselamatan, kebijakan upah berkelanjutandan praktik-praktik hubungan industrial yang baik melalui dialog sosial, jaminan pekerjaan dan perlindungan sosial.
 
“Tema yang sering muncul dari diskusi dalam konferensi ini adalah adanya peningkatan kesenjangan, “ kata Sekjen didampingi Gilbert Houngbo (Deputi Jenderal ILO untuk Operasional dan Kemitraan, Tomoko Nishimoto (Direktur Regional ILO untuk Asia dan Pasifik).
 
Konferensi ini juga mengidentifikasi berbagai tantangan pasar tenaga kerja yang dihadapi Indonesia saat ini dan kebutuhan mendesak untuk mengatasitantangan-tantangan tersebut secara komprehensif dan holistik. Dalam hal ini, upaya harus difokuskan pada pembangunan konsensus sosial tentang paket kebijakan untuk "pertumbuhan inklusif melalui kerja layak", yang mencakup kebijakan untuk meningkatkan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik dan menjamin pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
 
“Hal ini akan membutuhkan dialog bipartit dan tripartit yang kuat berdasarkan analisis yang baik, data dan bukti yang obyektif, indikator yang relevan, dantinjauan kebijakan secara menyeluruh, “ katanya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Wahab menyebutkan  ILO setuju untuk memperdalam lebih lanjut keterlibatannya pada paket isu-isu ini dan untuk berbagi praktek-praktek internasional yang baik dan pilihan kebijakan dalam rangka mencapai konsensus tripartit untuk maju ke depan.
 
“Sebagai langkah jangka menengah, ILO mengusulkan untuk menyelenggarakan serangkaian konferensi teknik (workshop) tindak lanjut bipartit dan tripartit untuk mengeksplorasi solusi untuk paket isu ini secara lebih rinci”.
 
Ditambahkan Sekjen Kemenaker, ILO berkomitmen penuh untuk memobilisasi sumber daya teknis dan keuangan untuk mendukung konstituen tripartit, dan untuk mengumpulkan spesialis dari seluruh dunia dan dari berbagai keahlian dalam rangka memfasilitasi konsensus.
 
“Hal ini membutuhkan komitmen yang sama dari pemerintah, serikat pekerja dan pengusaha di Indonesia. Upaya ini perlu diintegrasikan ke dalam Program Kerja Layak Nasional (Decent Work Country Programme – DWCP) dan sepenuhnya disetujui oleh konstituen tripartit kami, “ kata Sekjen Kemenaker.
 
Ditegaskan Sekjen, Konferensi ini menandakan komitmen tingkat tinggi ILO untuk mendukung konstituen tripartit di Indonesia dan  mendorong kemajuan di SDGs. “Hal ini juga menegaskan keterlibatan ILO dengan badan-badan PBB lainnya untuk membuat kontribusi di bidang-bidang keahlian ILO, terutama dalam mengembangkan dan melaksanakan strategi nasional untuk SDGs di Indonesia, “ katanya.
 

Biro Humas Kemnaker