Rabu, 24 Februari 2016 14:00 WIB 0 Komentar 935 Dilihat
Fasilitasi Pendidikan TKI, Kemnaker Gandeng Universitas Terbuka

Fasilitasi Pendidikan TKI, Kemnaker Gandeng Universitas Terbuka

Dalam rangka memfasilitasi pendidikan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menandatangani Momerandum of Understanding (MoU) Tentang Peningkatan Kualitas Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, Peserta Magang, dan Pekerja/Buruh di Kawasan Industri Melalui Sistem Pendidikan Jarak Jauh dengan Universitas Terbuka.

 

"Nota Kesepahaman ini saya anggap penting karena merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk menyediakan fasilitasi pendidikan kepada TKI di luar negeri, Peserta Magang, dan Pekerja/Buruh agar mereka terbantu dalam meningkatkan mutu, kapasitas, dan daya saingnya," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Abdul Wahab Bangkona, di gedung Universitas terbuka, Jakarta, Senin (22/2/2016).

 

Menurut Sekjen Kemnaker, layanan Sistem Pendidikan Jarak Jauh yang disediakan oleh Universitas Terbuka dapat menguntungkan TKI di luar negeri, Peserta Magang, dan Pekerja/Buruh. Mereka dapat kuliah dengan biaya yang sangat terjangkau, tanpa mengganggu jadwal dan jam kerja, serta tidak khawatir terputus kuliah karena setelah selesai masa kontrak kerja, mereka dapat melanjutkan kuliah kembali di Indonesia khususnya bagi TKI dan Peserta Magang.

 

"Kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik bagi TKI di luar negeri merupakan bagian dari penguatan kemampuan individu. Pendidikan juga akan meningkatkan kemampuan untuk melindungi diri bagi para TKI, karena pendidikan memungkinkan TKI untuk lebih mengerti hak dan kewajiban mereka sehari – hari dalam rangka bekerja," paparnya.

 

Oleh karena itu, lanjut Sekjen Kemnaker, Nota Kesepahaman ini selaras dengan Nawacita Presiden RI, yaitu menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara. Selain itu, MoU ini juga mendukung agenda prioritas Nawacita yang pertama yaitu melindungi hak dan keselamatan Warga Negara Indonesia di luar negeri, khususnya TKI dan Peserta Magang.

 

"Nota Kesepahaman ini merupakan landasan untuk selanjutnya dijabarkan dalam kegiatan nyata yang dapat menyentuh substansi secara langsung. Para Pihak dalam Nota Kesepahaman ini kiranya dapat aktif berperan memberikan dukungan sesuai kewenangannya terhadap peningkatan kualitas TKI di luar negeri, peserta magang, dan pekerja/buruh melalui sistem pendidikan jarak jauh," pungkas Wahab.