Selasa, 27 September 2016 16:47 WIB 0 Komentar 341 Dilihat
The 1st ARROW Award and 2nd Meeting of ASEAN-BCA

The 1st ARROW Award and 2nd Meeting of ASEAN-BCA

ASEAN Business Coalition on AIDS (ASEAN-BCA) adalah asosiasi bisnis yang dibangun oleh perusahaan-perusahaan di kawasan ASEAN yang memiliki kepedulian dan komitmen tinggi untuk melaksanakan program pengendalian HIV-AIDS di tempat kerja. ASEAN-BCA dibentuk pada tahun 2013 dengan tujuan utama untuk meningkatkan keterlibatan serta peran lebih besar dari pelaku bisnis di negara anggota ASEAN dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS di tempat kerja, dan mendorong agar program tersebut dimasukkan ke dalam salah satu agenda bisnis.

Indonesia Business Coalition on AIDS (IBCA) mendapat kehormatan sebagai Koordinator dan Sekretariat ASEAN-BCA untuk yang pertama pada periode 2014 sampai dengan 2016. Tahun 2014 telah dilakukan pertemuan ASEAN-BCA yang pertama di Hotel Amarosa Bekasi, Indonesia. Sebagai Sekretariat ASEAN-BCA, IBCA didukung oleh beberapa pihak seperti Ditjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN),  APINDO dan ILO Jakarta.

Sebagai Koordinator, maka Indonesia juga menjadi tuan rumah pertemuan kedua, The 2nd Meeting of ASEAN-BCA pada tanggal 14-15 September 2016 yang disertai dengan acara  pemberian penghargaan program HIV-AIDS di tempat kerja di tingkat ASEAN untuk yang pertama kali atau The 1st ASEAN Red Ribbon for Outstanding Workplace (ARROW) Award.

Acara The 2nd Meeting of ASEAN-BCA merupakan forum pertemuan dunia bisnis negara-negara ASEAN sebagai ajang sharing pengalaman, diskusi, merumuskan solusi dan membuat aksi bersama untuk meningkatkan program HIV-AIDS di tempat kerja di kawasan ASEAN. Beberapa negara ASEAN telah membentuk National Business Coalition on AIDS seperti Indonesia, Thailand, Kamboja, Philipina dan Malaysia. Melalui pertemuan ini juga diharapkan ke depannya semua negara ASEAN membentuk dan meningkatkan peran National Business Coalition on AIDS di masing-masing negaranya.

Adapun kegiatan ARROW Award telah direlease sesudah Terms of Reference (TOR) of the ARROW Award diadopsi pada forum
The 24th ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM), bulan Mei 2016 di Vientiane, Lao PDR, yang sekaligus juga telah mengadopsi
Pedoman ASEAN dalam Pengendalian HIV-AIDS di tempat kerja, atau The ASEAN Guidelines on Essential Workplace Action for
Enterprises on Prevention and Management of HIV and AIDS.

ARROW Award merupakan bentuk apresiasi yang diberikan kepada perusahaan yang dinilai merupakan perusahaan terbaik
di masing-masing negara ASEAN dalam pelaksanaan program HIV-AIDS di tempat kerja. Penghargaan untuk yang pertama kali
diselenggarakan ini akan diserahkan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI bersama Sekjen ASEAN pada tanggal 14 September 2016
di Hotel Royal Bogor, Indonesia sekaligus mengawali pertemuan The 2nd Meeting of ASEAN BCA.

Perusahaan yang layak menerima ARROW adalah perusahaan yang telah memiliki komitmen, kebijakan, program dan aksi pengendalian HIV-AIDS di tempat kerja untuk melindungi pekerja dari HIV AIDS dan tidak melakukan diskriminasi terhadap pekerja yang mengalami HIV-AIDS, serta berkontribusi pada masyarakat di luar perusahaan sebagai salah satu bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Perusahaan penerima ARROW Award diharapkan dapat menjadi contoh dan dapat memotivasi perusahaan lain untuk melaksanakan program serupa sehingga makin banyak dunia bisnis yang berperan dalam menanggulangi HIV-AIDS secara nasional dan global.
Program ini penting untuk dilaksanakan di setiap perusahaan karena masalah HIV-AIDS juga sangat berpengaruh terhadap kualitas SDM, produktivitas, dan kelangsungan usaha. Hal tersebut didukung dengan data perkembangan HIV-AIDS di Indonesia maupun di negara-negara lain di dunia yang terus meningkat, dan sebagian besar yang terinfeksi adalah usia produktif.

Untuk itu para pelaku bisnis perlu membentuk National-BCA di masing-masing negara anggota ASEAN dan bergabung dalam ASEAN-BCA sehingga akan mendapatkan manfaat antara lain:
•    Meningkatkan networking di antara pelaku bisnis di negara ASEAN baik dalam hal program penanggulangan HIV AIDS maupun   dalam urusan bisnis lainnya.
•    Meningkatkan image perusahaan di tingkat regional dan global.
•    Memberikan konstribusi nyata dalam upaya menekan laju peningkatan kasus di kawasan ASEAN dan di dunia pada umumnya sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dunia usaha kepada masyarakat.