Rabu, 17 Februari 2016 16:06 WIB 0 Komentar 632 Dilihat
Ini Pentingnya Sertifikasi Di Era Kompetisi

Ini Pentingnya Sertifikasi Di Era Kompetisi

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri menegaskan kembali pentingnya seritifikasi kompetensi di era kompetisi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurutnya, tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di era MEA, hanya saja masih terkendala di pengakuan.

"Kita harus genjot terus pelatihan kerja dalam rangka peningkatan kompetensi dan sekaligus sertifikasi profesinya," ujar Menaker di sela-sela acara seminar K3 nasional di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (11/2/2016).

Menaker mencontohkan, posisi kerja sebagai analis daun di industri rokok, petani-petani di daerah kantong-kantong pertanian tembakau seperti Temanggung atau Wonosobo tidak bisa menduduki jabatan tersebut karena tidak tersertifikasi. Padahal walaupun para petani tembakau tersebut tidak mengenyam bangku sekolah atau pelatihan, hanya dengan memegang, menyentuh dan mencium daun tembakau sudah bisa mengetahui kualitas tembakau tersebut.

"Mereka tahu itu kualitas tembakau yang nomer berapa. Kualitas yang bagus atau tidak bagus mereka tahu. Padahal kalau kita lihat diluar negeri, ada yang namanya tester wine kan, tester wine dan makanan itu kan jabatan bergengsi," paparnya 

Hal tersebut tidak didapatkan di bangku sekolah, lanjutnya, namun dengan adanya sertifikasi keahlian, maka keahlian tersebut bisa diakui. Tenaga kerja indonesia meiliki kemampuan namun masih terkendala dalam hal pengakuan. Oleh karena itu, selain pelatihan kerja dalam rangka peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi juga menjadi hal penting. 

"Itu kan nggak ada sekolahnya, tapi karena ada proses sertifikasinya sehingga kemudian bisa diakui. Orang-orang kita kalau dari segi kemampuan ada, tapi ini membutuhkan pengakuan," tambah Menaker.

Jika kemampuan tersebut dianggap sedikit kurang maksimal, tambah menaker, maka bisa masuk pelatihan kerja terlebih dahulu untuk mengupgrade kemampuan dan disertifikasi setelahnya. Namun jika kemampuannya sudah memenuhi standar, tinggak mengikuti uji kompetensi dan kemudian disertifikasi.

"Itu tantangan kita kedepan. Sehingga saya beharap, semua pihak baik itu negara, swasta, maupun masyarakat sipil, kita sama-sama peduli juga memberi pelatihan kepada penguatan akses dan mutu dari pelatihan kerja dan sertifikasi profesi," pungkas Menaker.

Lihat Berita Yang Lain

Peringatan Hari K3 Nasional Tahun 2019

15 Februari 2019 0

Jakarta--Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri meminta seluruh perusahaan dalam kegiatan usahanya mampu menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara baik dan bukan [...]

Menaker Tinjau Proyek MRT Jakarta

25 Februari 2019 0

Menteri Hanif menilai persiapan MRT sudah 99% dan telah memprioritaskan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama pengerjaan proyek. Selama pekerjaan, tidak ada kecelakaan kerja yang [...]

Tingkatkan K3 Industri Gas, Kemnaker Gandeng AGII

31 Juli 2018 0

Jakarta -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap menjalin kerja sama dengan Asosiasi Gas Industri Indonesia (AGII) dalam rangka meningkatkan fungsi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di [...]