Sabtu, 16 Desember 2017 13:29 WIB 0 Komentar 210 Dilihat
Sosialisasikan Migrasi Aman, Menaker Tampil di Sinetron Dunia Terbalik

Sosialisasikan Migrasi Aman, Menaker Tampil di Sinetron Dunia Terbalik

Jakarta – Sabtu, 16 Desember 2017, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri tampil dalam sinetron “Dunia Terbalik” yang ditayangkan oleh stasiun televisi RCTI. Kemunculan Menaker dalam sinetron bukan tanpa alasan.  Dunia Terbalik merupakan salah satu sinetron dengan menjadikan kampung dan keluarga Tenaga Kerja Indonesia sebagai latar cerita.

 
“Temuan kami di lapangan menunjukkan, Dunia Terbalik menjadi salah satu tontonan yang popular di masyarakat pedesaan, termasuk di desa-desa kantong TKI,” kata Menaker di Jakarta, Sabtu, 16 Desember 2017 saat menjelaskan alasan tampil di acara tersebut.

 
Atas dasar tersebut, Menaker memandang sangat efektif bila bisa memasukkan unsur sosialisai tentang cara bermigrasi yang benar dan aman di luar negeri. Dengan demikian, masyarakat dan calon TKI atk terjebak menjadi pekerja migran yang illegal. Ternyata, saat berkoordinasi dengan pihak produser dan stasiun televisi, ide tersebut disambut baik. Bahkan pihak produser mempersilakan Menaker tampil langsung dalam sinetron memberikan sosialisasi.

 
“Jadi ini bukan dimaksudkan untuk numpang tenar atau pencitraan. Tanpa tampil disenetron, saya sudah tenar,” ujar Hanif dengan nada gurau. “Tapi ini semata-mata untuk kepentingan sosialisasi bagaimana bermigrasi yang aman, sehingga masyarakat terhindar menjadi TKI ilegal serta terhindar dari tindak pidana perdagangan orang”. ungkapnya.


 
Terpisah, produser sekaligus penulis ide cerita Dunia Terbalik, Mudakir Rifai mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik kesediaan Menaker tampil dalam sinetron tersebut. “Kehadiran Menaker memberi perspektif baru terkait masalah bagaimana cara menjadi TKI di luar negeri yang aman, serta bagaimana memberdayakan keluarga TKI di kampung halamannya,” ujar Mudakir.

 
Mudakir juga menjelaskan, diterimanya Menaker dlam sinetron tersebut, senata-mata ada keselarasan antara ide cerita dengan program pemerintah terkait masalah TKI. Ditegaskannya, ada beberapa tokoh publik  yang berusaha masuk dalam sinetron yang sudah tayang lebih dari 600 episode serta  mendapatkan banyak penghargaan tersebut. Namun tawaran tersebut ditolak dengan alasan tak adanya relevansi antara sang tokoh dengan cerita sinetron.

 
Jumat 15 Desember 2017, seharian penuh Menaker mengikuti proses pengambilan gambar di kawasan Cibubur. Dalam salah satu adegan, Menteri Hanif menjelaskan bahwa pemerintah terus memperbaiki tata kelola migrasi yang baik. Salah satunya dengan disahkannya UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia akhir Oktober lalu.

 
Pemerintah juga meluncurkan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di desa-desa kantong TKI. Desmigratif merupakan program pemerintah dalam memberikan layanan dokumen migrasi yang baik, pemberdayaan ekonomi keluarga TKI, pendampingan pengasuhan anak TKI serta membentuk koperasi keluarga TKI. 


 
Menaker juga mengingatkan bahwa pengiriman TKI pembantu rumah tangga di 19 negara di kawasan Timur Tengah, tergolong pengiriman TKI illegal. Pasalnya, sejak 2015 pemerintah telah melarangnya. 

 
Sinetron yang menampilkan Menteri Hanif akan tayang Sabtu 16 Desember 2017 pukul 20.15 WIB. (***)

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Sosialisasikan UU PPMI Pada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran

14 Desember 2017 0

Surabaya – Pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang nomer 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) pada Oktober lalu. UU tersebut menjadi bentuk kehadiran [...]

Transformasi Asuransi TKI ke BPJS Segera Dijalankan

19 Mei 2017 0

Jakarta – Rencana transformasi asuransi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari konsorsium asuransi TKI ke BPJS siap dijalankan. Jumat, 29 Mei 2017, Kementerian Ketenagakerjaan mengadakan pembahasan [...]

Izin Penyalur TKI Ilegal yang Digrebeg Polisi Sudah Dicabut sejak Tahun Lalu

17 Mei 2017 0

Jakarta - Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Ketenagakerjaan RI, R Soes Hindharno mengatakan, dua perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja [...]