Minggu, 08 Juli 2018 15:26 WIB 0 Komentar 88 Dilihat
Dubes Ngurah Swajaya Bahas Perlindungan PMI Saat Temui Menaker Singapura

Dubes Ngurah Swajaya Bahas Perlindungan PMI Saat Temui Menaker Singapura

Singapura -- Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya bertemu Menteri Tenaga Kerja Singapura, Josephine Teo. Pertemuan tersebut pertama kali sejak Menteri Josephine Teo menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan keduanya membahas berbagai isu ketenagakerjaan kedua negara, khususnya mengenai perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura.

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Ngurah Swajaya mengapresiasi peranan Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MoM) dalam memberikan perlindungan bagi para PMI dan mengharapkan agar Indonesia dan Singapura dapat terus berkoordinasi dalam memberikan manfaat timbal balik yang positif untuk PMI bagi kedua negara.

Dubes Ngurah Swajaya menjelaskan bahwa KBRI Singapura mengedepankan aspek “Beyond Protection”, yaitu pemberdayaan dan peningkatan kapasitas bagi PMI melalui penyelenggaran pelatihan keterampilan di berbagai bidang yang diminati sehingga para PMI memiliki modal keterampilan untuk memulai karir baru pada saat mereka kembali dari Singapura. Dubes Ngurah Swajaya telah memberikan sertifikat hasil pelatihan kepada 600 PMI pada hari Minggu, 8 Juli 2018 yang mencakup bidang2 seperti barista, baking, menjahit, tata rias dan sebagainya. Kegiatan seperti ini sangat diapresiasi oleh Menaker Josephine Teo.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Teo juga menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti hasil pertemuannya dengan Menteri Hanif Dakhiri yang dilakukan di Jenewa pada bulan Juni yang lalu di sela-sela 107th International Labour Conference di Jenewa, diantaranya mengenai kerja sama mengenai Skill and Career Development antara lembaga terkait di Indonesia dan Singapura. Menteri Teo juga mengharapkan kunjungan Menaker Dhakiri ke Singapura untuk membahas tidak lanjut pembicaraan dimaksud.

Selain bertukar pikiran mengenai Perlindungan PMI, Dubes Ngurah Swajaya juga memaparkan keinginan agar pekerja Indonesia dimungkinkan melakukan on the job training untuk sektor hospitality, termasuk dalam bidang pariwisata. Saat ini, pelatihan juga diberikan untuk “caregiver” dan perawat yang diharapkan dapat mengisi lowongan yg dibutuhkan di Singapura.

Mengingat potensi yg besar dalam bidang pariwisata dan ekonomi digital, Menteri Teo juga menyampaikan kesiapan mendukung kerjasama peningkatan SDM dan kerjasama antar lembaga pelatihan.

Mengakhiri pertemuannya, disepakati KBRI dan Kemenaker Singapura terus berkonsultasi dan berkoordinasi untuk perlindungan PMI di Singapura dan menjamin manfaat timbal balik. Disamping itu, Dubes Ngurah Swajaya juga memberikan Buku RISING 50 untuk peringatan 50 Tahun Hubungan Bilateral kedua negara yg diperingati tgl 7 September 2017.


Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Diah Anggraini dan 4 PMI Yordania Dipulangkan Ke Tanah Air

19 Februari 2019 0

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Yordania Diah Anggraini (36) akhirnya kembali ke Indonesia setelah 12 tahun kehilangan kontak dengan keluarganya. Diah Anggraini bersama 4 PMI lainnya  tiba [...]

Indonesia–Taiwan Teken MoU Peningkatan Perlindungan Pekerja Migran

14 November 2018 0

Taipei – Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta [...]

Mau Jadi Pekerja Migran? Ingat 4S

24 Desember 2018 0

Ponorogo - Pemerintah terus berupaya meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran. Berbagai instrumen perlindungan pun telah dibangun. Untuk itu, bagi masyarakat yang ingin menjadi pekerja migran [...]