Selasa, 09 Mei 2017 11:30 WIB 0 Komentar 472 Dilihat
Kemnaker dan GP Ansor Kerjasama Berangkatkan 1000 Pemagang ke Jepang

Kemnaker dan GP Ansor Kerjasama Berangkatkan 1000 Pemagang ke Jepang

Jakarta--Kementerian Ketenagakerjaan bekerja sama dengan  Gerakan Pemuda (GP) Ansor mempersiapkan keberangkatkan 1000 anggota untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang. 


Kerjasama program pemagangan tersebut dilakukan dalam penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Menaker M. Hanif Dakhiri dengan Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta pada Selasa (9/5).


Menaker Hanif mengatakan pelatihan kerja dengan pola pemagangan luar negeri tidak boleh disalahartikan sebagai pengiriman tenaga kerja ke luar negeri yang berorientasi mendapatkan penghasilan.


"Sesungguhnya pelatihan kerja dengan pola pemagangan luar negeri dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kemampuan SDM kita mendekati standar kompetensi industri multinasional agar mampu bersaing di pasar kerja global," ujar Menaker Hanif.


Hanif  berharap sekembalinya ke Indonesia, para peserta pemagangan tersebut bisa berwirausaha atau bekerja di perusahaan. Peserta magang juga diharapkan mampu menularkan kebiasaan positif berupa etos kerja dan kompetensi yang tinggi sebagai kontribusi kepada perusahaan dimana dia bekerja. Sebab produktivitas setiap tenaga kerja akan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan.


"Demikian pula produktivitas perusahaan akan berdampak pada produktivitas nasional dan muara akhirnya akan memperbaiki tingkat daya saing nasional di dunia internasional," katanya.


Lebih jauh Menaker menambahkan selama tiga tahun mengikuti program pemagangan di Jepang, peserta ditempatkan di perusahaan-perusahaan di Jepang dan menerima uang saku sebagai bekal hidup selama di Jepang. Jika dijumlahkan, kontribusi perusahaan di Jepang bagi peserta magang mencapai Rp. 16.946 Milyar setiap tahunnya. "Sedangkan remitansi selama 3 tahun terakhir dari tahun 2014 hingga tahun 2017 senilai Rp. 12.827 Milyar," ujarnya.


Sedangkan Direktur Jenderal  Pembinaan dan Pelatihan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Bambang Satrio Lelono mengungkapkan program pemagangan ke Jepang sejak tahun 1993 hingga September 2015 telah  memberangkatkan peserta sebanyak 64.135 orang. "Hingga saat ini, peserta yang masih menjalankan program di luar negeri sebanyak  16.547 orang," ujarnya.


Sementara Yaqut Cholil menyambut positif adanya kerjasama pola pemagangan Kemnaker dengan GP Ansor yang saat ini jumlah anggotanya  mencapai 1.7 juta orang anggota.


 "Kerjasama ini makin konkrit dan tak akan disia-siakan oleh GP Ansor. Ini jadi pembuktikan GP Ansor untuk bersikap amanah dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi kerjasamanya hingga 500 ribu anggota," ujarnya.


Kerjasama Kemnaker dengan GP Ansor tersebut bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang professional, berpengalaman dan unggul, penguatan kemandirian ekonomi masyarakat serta  penguatan kerjasama bilateral antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Jepang.


Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker-Singapura Polytechnic Kerjasama Tingkatkan Kualitas Pelatihan SDM

04 April 2018 0

Singapura - Kementerian Ketenagakerjaan melanjutkan kerjasama dengan Singapore Polytechnic International (SPI) untuk meningkatkan kualitas pelatihan SDM Indonesia yang telah terjalin  sejak [...]

BLK Lotim Mampu Cetak Alumni Berstandar Kompetensi Internasional

22 Maret 2018 0

Balai Latihan Kerja (BLK) Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat secara kelembagaan baru berdiri pada Oktober 2015. Meski baru seumur jagung, BLK Lotim sudah mampu mencetak alumni pelatihan [...]

Jawab Tantangan Revolusi Industri 4.0, Ini 3 Pilar Percepatan Peningkatan Kompetensi

22 Maret 2018 0

Lombok Timur--Indonesia tengah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana ada beberapa jenis pekerjaan lama yang hilang dan beberapa jenis pekerjaan baru yang muncul. Menyikapi hal tersebut [...]