Rabu, 16 Maret 2016 14:45 WIB 0 Komentar 1113 Dilihat
Dirjen Binalattas Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi di Era Kompetisi

Dirjen Binalattas Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi di Era Kompetisi

Bergulirnya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) menuntut perhatian bersama seluruh stake holder ketenagakerjaan Indonesia. Pelatihan kerja sebagai upaya peningkatan daya saing terus diupayakan semaksimal mungkin oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). 


Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Khairul Anwar, mengingatkan kembali pentingnya sertifikasi profesi di era kompetisi seperti saat ini. Selain itu, Kemnaker sebagaimana dikatakan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) beberapa waktu yang lalu, terus menghendaki adanya pelatihan kerja sebanyak 1 juta orang pertahunnya dan diakhiri dengan sertifikasi agar kompetensinya diakui. 


"Target per tahun ini 1 juta pelatihan. Kita minta tolong dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk dapat mengatur pelatihan ini. Misal kini kita sedang mendorong standar kompetensi agar bisa memiliki pondasi yang jelas," ujar Dirjen Binalattas di Selasar Auditorium UGM Samator, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2/2016).


Menurutnya, pengusaha memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, Dirjen Binalattas mengharapkan Apindo mampu berkontribusi dan mendorong dunia usaha untuk emmbantu proses sertifikasi kompetensi. 


"Kita mengimbau kepada Pak Hariyadi (Ketua Apindo) untuk mendorong percepatan sertifikasi kompetensi. Selain itu kita juga minta BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) punya roadmap agar sertifikasi punya badan yang jelas dan pelatihan yang jelas," papar Kahirul.


Jika kerjasama tersebut terjalin dengan baik, pemerintah berharap ada transparansi informasi terkait tenaga kerja dan kesempatan sehingga dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat dan pengusaha. Jika sinergitas peran tripartit ini terwujud peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja serta akses informasi terhadap pelatihan kerja akan lebih mudah terwujud. 


"Strategi yang paling efektif adalah bagaimana membuka informasi yang transparan antara pemerintah dengan swasta. Saat ini informasi belum dapat diakses dengan baik. Selain itu yang tidak kalah penting adakah kita harus memperkuat lembaga sertifikasi kompetensi. Oleh karena ini kami selalu bergandengan tangan dengan Apindo," pungkas dirjen Binalattas.