Selasa, 10 Juli 2018 20:12 WIB 0 Komentar 10004 Dilihat
Temui Menaker Singapura, Dubes Ngurah Swajaya Bahas Perlindungan Pekerja Migran

Temui Menaker Singapura, Dubes Ngurah Swajaya Bahas Perlindungan Pekerja Migran

Singapura -- Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Ngurah Swajaya bertemu Menteri Tenaga Kerja Singapura, Josephine Teo. Pertemuan tersebut pertama kali sejak Menteri Josephine Teo menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan keduanya membahas berbagai isu ketenagakerjaan kedua negara, khususnya mengenai perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura. 
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Ngurah Swajaya mengapresiasi peranan Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MoM) dalam memberikan perlindungan bagi para PMI dan mengharapkan agar Indonesia dan Singapura dapat terus berkoordinasi dalam memberikan manfaat timbal balik yang positif untuk PMI bagi kedua negara. 
Dubes Ngurah Swajaya menjelaskan bahwa KBRI Singapura mengedepankan aspek “Beyond Protection”, yaitu pemberdayaan dan peningkatan kapasitas bagi PMI melalui penyelenggaran pelatihan keterampilan di berbagai bidang yang diminati sehingga para PMI memiliki modal keterampilan untuk memulai karir baru pada saat mereka kembali dari Singapura. Dubes Ngurah Swajaya telah memberikan sertifikat hasil pelatihan kepada 600 PMI pada hari Minggu, 8 Juli 2018 yang mencakup bidang2 seperti barista, baking, menjahit, tata rias dan sebagainya. Kegiatan seperti ini sangat diapresiasi oleh Menaker Josephine Teo.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Teo juga menyatakan keinginannya untuk menindaklanjuti hasil pertemuannya dengan Menteri Hanif Dakhiri yang dilakukan di Jenewa pada bulan Juni yang lalu di sela-sela 107th International Labour Conference di Jenewa, diantaranya mengenai kerja sama mengenai Skill and Career Development antara lembaga terkait di Indonesia dan Singapura. Menteri Teo juga mengharapkan kunjungan Menaker Dhakiri ke Singapura untuk membahas tidak lanjut pembicaraan dimaksud.
Selain bertukar pikiran mengenai Perlindungan PMI, Dubes Ngurah Swajaya juga memaparkan keinginan agar pekerja Indonesia dimungkinkan melakukan on the job training untuk sektor hospitality, termasuk dalam bidang pariwisata. Saat ini, pelatihan juga diberikan untuk “caregiver” dan perawat yang diharapkan dapat mengisi lowongan yg dibutuhkan di Singapura.
Mengingat potensi yg besar dalam bidang pariwisata dan ekonomi digital, Menteri Teo juga menyampaikan kesiapan mendukung kerjasama peningkatan SDM dan kerjasama antar lembaga pelatihan. 
Mengakhiri pertemuannya, disepakati KBRI dan Kemenaker Singapura terus berkonsultasi dan berkoordinasi untuk perlindungan PMI di Singapura dan menjamin manfaat timbal balik. Disamping itu, Dubes Ngurah Swajaya juga memberikan Buku RISING 50 untuk peringatan 50 Tahun Hubungan Bilateral kedua negara yg diperingati tgl 7 September 2017.



 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Berharap 4000 Desa Terjangkau Program Desmigratif

31 Oktober 2018 0

Menaker Hanif Dhakiri  berharap seluruh desa kantong pekerja migran yang berjumlah sekitar 4000 desa, mampu melaksanakan program Desmigratif (desa migran produktif) yang digagas Kementerian [...]

Menaker Doakan Pekerja Migran yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi

31 Oktober 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memprotes keras eksekusi hukuman mati yang menimpa Tuty Tursilawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi pada Senin (29/10/2018) [...]

Indonesia-Yordania Komitmen Lindungi Pekerja Migran Sektor Formal

22 Oktober 2018 0

Pemerintah RI melalui Kementerian Ketenagakerjaan dengan pemerintah Yordania terus memperkuat kerja sama  serta meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia yang bekerja [...]