Sabtu, 11 November 2017 18:10 WIB 0 Komentar 388 Dilihat
Pemerintah Pulangkan TKI Penderita Virus Otak dari Taiwan

Pemerintah Pulangkan TKI Penderita Virus Otak dari Taiwan

BANTEN----Kementerian Ketenagakerjaan bersama Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menjemput kepulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bernama Eko Wahyu Saputra (22) dari Taiwan, di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno Hatta, Banten, Jumát (10/11/2017). Eko yang telah dalam kondisi stabil diizinkan pulang kembali ke Indonesia oleh pihak Rumah Sakit di Taiwan setelah menjalani perawatan sejak 9 Juni 2017 lalu.
 
Oscar Abdurachman, perwakilan  dari Direktorat Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN), Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker menjelaskan bahwa Eko yang bekerja di pabrik pembuatan jaring ikan di Taiwan, tiba menggunakan pesawat China Airlines C1761 berangkat dari Taoyuan International Airport pukul 09.05 tiba di Bandara Soetta pukul 13.30. 

 
"Kita tindaklanjuti KDEI  yang memohon bantuan Kemnaker dan BNP2TKI terkait fasilitasi pemulangan TKI yang bersangkutan ke daerah asal dan mempersiapkan rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut. Kami siapkan Eko untuk menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, " kata Oscar didampingi Kabag Pendapat Umum dan Pemberitaan (PUP) Biro Humas Kemnaker Subhan.

 
Menurut Oscar, langkah penjemputan Eko tersebut menyusul penerimaan Brafax KDEI Nomor 08132/TK/KDEI/VIII/2017 tanggal 31 Agustus 2017 yang ditandatangani oleh Kepala KDEI Taipe Robert J. Bintaryo, perihal fasilitasi pemulangan TKI mengalami sakit komplikasi a.n. Eko Wahyu Saputra Nomor paspor B4733845 dan menindaklanjuti surat kepala BP3TKI Lampung No.B.563/BP3TKI-Lampung/X/2017, tanggal 25 Oktober 2017.
 
Dalam kesempatan ini, Rifni Malik ibu dari Eko Wahyu Saputra mengatakan merasa bersyukur putranya telah kembali ke Indonesia. 

 
"Alhamdulillah anak kami, bisa pulang ke tanah air. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu. Saya tak bisa membalasnya. Biarlah Allah yang membalas kebaikan semuanya," katanya.

 
Sebelumnya,  Suyito selaku orangtua dari Eko memohon kepada Menaker Hanif untuk memulangkan anaknya yang tengah bekerja di Taiwan kembali ke Indonesia. Eko sejak Juni 2017 terkena serangan virus otak dan hingga kini masih dalam keadaan koma.

 
Suyitno (45) yang bekerja sebagai buruh tani di kampung Suka Mamur, kecamatan Penawar Aji, kabupaten Tulang Bawang, Lampung terpaksa meminta bantuan Kemnaker karena keterbatasan ekonomi maupun pengetahuan. 

 
"Saya hanyalah buruh tani di desa. Karena itu saya mohon bantuan Menaker dan semua pihak yang dapat membantu kepulangan anak saya ke Indonesia," kata Suyitno.

 
Sementara itu, Erika Dirut PT Pandu Abdi Pertiwi yang merupakan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS)  menyebutkan asuransi mitra TKI perihal pengobatan dan perawatan telah dicairkan sebesar Rp39.967.532 dan digenapkan oleh PPTKIS menjadi Rp50 juta dan telah dikirimkan kepada agency di Taiwan.

 
"Dari majikan Eko, perkumpulan gereja di Taiwan juga sudah memberikan bantuan dan diterima langsung Rifni Malik (ibu dari Eko), " kata Erika.

 
Sedangkan mengenai  biaya kepulangan Wahyu Eko Saputra sebesar Rp199 juta ditangani oleh PPTKIS dan agency di Taiwan
Turut hadir dalam kepulangan Wahyu Eko  difasilitasi oleh Kamar Dagang Ekonomi Indonesia  (KDEI) Taipe ini Ferdinan Nababan (Pelaksana Tata Usaha BNP2TKI Serang)  dan Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipe, Devriel Sogia Raflis.

 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Pengirim TKI Ilegal Diancam Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 15 Miliar

06 November 2017 0

JAKARTA – Sesuai degan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) yang telah disahkan DPR akhir Oktober lalu, pelaku yang terlibat pengiriman pekerja migran atau Teaga Kerja Indonesia [...]

Moratorium Tidak Dicabut, Sistem Baru WNI Bekerja di Saudi Disepakati

17 Oktober 2017 3

Disamping itu, juga disepakati bahwa fungsi ketenagakerjaan pada perwakilan RI di Saudi memiliki kewenangan untuk melakukan penanganan langsung terhadap ekspatriat RI yang mengalami masalah di Saudi.

Akhirnya Pemerintah dan DPR Setujui RUU PPMI Dibawa ke Paripurna

13 Oktober 2017 0

Kesepakatan tersebut tercapai pada pengambilan keputusan tingkat I, dalam rapat gabungan antara Komisi IX DPR dengan pemerintah di gedung DPR Jakarta, Kamis (12/10/2017) malam.