Kamis, 27 Oktober 2016 15:18 WIB 0 Komentar 163 Dilihat
Pelatihan Digital Untuk Perempuan Purna TKI Sukabumi

Pelatihan Digital Untuk Perempuan Purna TKI Sukabumi

Sukabumi – Pemerintah terus mendorong untuk memberdayakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang purna bekerja di negara penempatan, khususnya bagi TKI perempuan. Kali ini, Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) bekerjasama dengan Indosat Ooredoo dan Universitas Padjadjaran telah menyiapkan sebuah program edukasi literasi digital bagi para perempuan purna TKI di Wilayah Sukabumi.

Pelatihan yang diberikan juga berupa dasar-dasar pengenalan komputer dan sistem informasi, proses pencarian informasi dan berkomunikasi melalui internet dan email, pengelolaan keuangan dengan spreadsheet, pembuatan presentasi dengan aplikasi presentasi multimedia, pengenalan e-commerce, hingga panduan keamanan internet. Indosat Ooredoo juga akan memberikan pengenalan tentang sistem Dompetku untuk mempermudah transaksi pembayaran serta pengenalan platform e-commerce Cipika.

Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi menunjukkan, sebagian besar dari purna TKI memang memilih berwirausaha untuk bertahan hidup pasca pensiun sebagai TKI. Akan tetapi, di saat yang sama, mereka juga harus dapat bertahan ditengah laju era digital yang serba cepat.

Melalui program ini, diharapkan para perempuan purna TKI memiliki akses ke dunia digital. Sehingga, mampu mendukung kehidupan sehari-hari mereka dalam melakukan proses pencarian informasi, berkomunikasi, atau pun kegiatan lainnya dengan mudah dan efisien. Tidak hanya itu, Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Ripy Mangkoesoebroto menuturkan, melalui program ini Indosat Ooredoo akan memberikan bekal keterampilan dan kemampuan bagi purna TKI dalam berwirausaha di era digital, menciptakan lapangan kerja dan menjadi mandiri.

“Ke depannya, program ini diharapkan juga dapat direplikasi dan diperluas jangkauannya ke masyarakat sehingga akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah dan berkontribusi pada peningkatan statistik pemanfaatan akses internet, terutama untuk perempuan,” ujar Ripy dalam Pembukaan Program Pemberdayaan Perempuan Purna TKI di Sukabumi, Kamis (27/10/2016).

Lihat Berita Yang Lain

Penempatan dan Perlindungan TKI Harus Menjadi Bagian Dari Isu Ketenagakerjaan Secara Keseluruhan

22 Maret 2017 0

Saat ini, sistem pasar kerja di berbagai negara terus berkembang sangat dinamis. Oleh karenanya, persoalan penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri harus [...]

Tingkatkan Kualitas Lembaga Pelatihan Kerja, Kemnaker Gandeng Politeknik Singapura

02 Maret 2017 0

Jakarta-- Dalam rangka meningkatkan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) milik pemerintah dan swasta, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerjasama teknik [...]

Izin Perusahaan Yang Memberangkatkan Rabitah Telah Dicabut

01 Maret 2017 0

JAKARTA- Izin operasi PT Falah Rima Hudaity Bersaudara, sebagai perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS), atau yang sebelumnya dikenal sebagai Perusahaan Jasa Tenaga [...]