Selasa, 19 Desember 2017 15:11 WIB 0 Komentar 4375 Dilihat
Pakai Baju Warok, Menaker Hanif Resmikan    Pembangunan 300 Rumah Buruh Migran di Ponorogo

Pakai Baju Warok, Menaker Hanif Resmikan Pembangunan 300 Rumah Buruh Migran di Ponorogo

Dalam rangkaian puncak peringatan Hari Migran Internasional tahun 2017, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri melakukan peletakan batu pertama pembangunan 300 unit rumah buruh migran di Ponorogo Jawa Timur.
Uniknya, saat melakukan peletakan batu pertama tersebut, Menaker Hanif mengenakan baju warok warna hitam yang menjadi baju tradisional khas masyarakat Ponorogo.
"Semoga peletakan batu pertama perumahan TKI di Ponorogo ini bisa memberikan manfaat bagi para buruh migran. Cicilannya juga gak boleh memberatkan masyarakat. Jadikan ini sebagai investasi akhirat juga, "kata Menaker Hanif di Ponorogo pada Senin (18/9).
Saat ini di lokasi pembangunan telah tersedia tanah seluas 6.240 m2  yang akan dijadikan perumahan bagi pekerja migran Indonesia. Pada tahap awal akan dibangun rumah dengan tipe 36 dan 45. 
Dalam kesempatan ini, Menaker memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berinisiatif membantu mewujudkan perumahan bagi para buruh migran Indonesia .
"Pemerintah terus mendukung dan siap memfasilitasi pembangunan rumah bagi para buruh migran di berbagai daerah di Indonesia. Semoga bisa meningkatkan kesejahteraan buruh migran kita, "kata Menteri Hanif.
Dikatakan Hanif, salah satu aspek penting yg perlu dipikirkan  bagi pekerja migran, khususnya purna TKI adalah memastikan penggunaan remitansi atau uang hasil kerja itu digunakan untuk kepentingan yg produktif. 
"Kita untuk mendorong agar dimanfaatkan untuk yang lebih produktif.Mungkin investasi rumah, investasi pendidikan, dsb. Sehingga uang yg diperoleh di luar negeri itu bermanfaat .Kalau hanya sekedar dimanfaatkan untuk hal yg konsumtif, itu suatu hal yang produktif,"kata Hanif.
 Pemerintah juga kata, Menaker Hanif telah memutuskan masyarakat yg akan bekerja ke luar negeri diwajibkan untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Nah yg ingin saya sampaikan dlm konteks Pekerja migran adalah Jaminan Hari Tua (JHT). Kalau TKI itu semuanya bisa ikut di BPJS Ketenagakerjaan, sesungguhnya nanti kredit untuk perumahan itu disiapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan," kata Hanif.
Selain itu, kata Hanif, pemerintah pun mempermudah  akses KUR yg bunganya sama Pak Jokowi terus diturunkan. Darisekitar 24%, kemudian 9%, dan tahun ini akan menjadi 7%. Ini sdh sangat aksesibel bg masyarakat yg ingin membahas wirausahawan baru.
" Tak hanya itu saja tentunya,  fasilitas lainnya juga yang bisa dimanfaatkan oleh para pekerja migran kita. Dan ini salah satu upaya dari Pemerintah agar TKI kita ini lebih baik," kata Hanif.

 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Indonesia Tolak Program Direct Hiring Bagi Pekerja Migran di Malaysia

10 Januari 2018 0

Jakarta -- Pemerintah Indonesia menolak kebijakan pemerintah Malaysia yang memberlakukan program direct hiring terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk sektor Informal yang mulai berlaku pada [...]

Penegakkan Hukum Ketenagakerjaan Perbaiki Tata Kelola Pekerja Migran

21 Desember 2017 0

Jakarta--- Untuk mewujudkan migrasi pekerja migran yang lebih baik dibutuhkan  enegakan hukum ketenagakerjaan yang tegas sebagai  bentuk kehadiran negara agar memastikan pelaksanaan [...]

Pemerintah Luncurkan Lembaga Sertifikasi Profesi Penempatan dan Perluasa Kesempatan Kerja

20 Desember 2017 0

Jakarta--Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak-2 Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) di ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta, Rabu [...]