Jumat, 30 Desember 2016 11:43 WIB 0 Komentar 698 Dilihat
Menaker Resmikan Kuripan Sebagai Desmigratif

Menaker Resmikan Kuripan Sebagai Desmigratif

Wonosobo – Desa Kuripan adalah salah satu desa percontohan bagi program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang digalakkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker). Desmigratif merupakan program terobosan Kemnaker dengan berkerja sama dengan berbagai lembaga terkait untuk meningkatkan pelayanan dan perlindungan TKI yang ditujukan bagi desa yang menjadi kantong-kantong Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Peresmian Desa Kuripan sebagai Desmigratif oleh Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri, berlangsung pada Hari Jum’at (30/12) di Balai Desa Kuripan, Wonosobo. 


Pemilihan Desa Kuripan menjadi Desa Percontohan Program Desmigratif bukan tanpa alasan, desa ini memiliki banyak warga yang memilih berprofesi sebagai TKI di luar negeri. Data yang dimiliki Pemerintah Desa Kuripan menunjukkan bahwa jumlah warga yang tercatat sebagai TKI aktif adalah sebanyak 170 orang, sedangkan 178 warga lainnya tercatat sebagai TKI purna. Pogram Desmigratif memang dirancang salah satunya untuk menekan jumlah TKI Non-Prosedural. Karena TKI Non-Prosedural sangat dekat kaitannya dengan tindak pidana perdagangan manusia (human trafficking) yang kerap melibatkan masyarakat desa sebagai korbannya.


"Selama ini warga dapat info tentang TKI dari calo-calo yang banyak beredar di desa, ke depannya Pemerintah Desa yang harus bisa memberi informasi tentang cara menjadi TKI sesuai dengan prosedur yang berlaku," tegas Menaker dalam sambutannya.


Menurut Menaker, TKI sejak pra, hingga kembali ke daerah asal harus aman, cepat, mudah dan berbiaya murah. Desmigratif juga merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan para stakeholder dalam upaya memperbaiki nasib dan perlindungan kepada masyarakat yang akan menjadi TKI ke luar negeri maupun yang telah menjadi purna TKI.


"Ada empat konten kegiatan utama dari program Desmigratif ini, keempatnya saling dukung satu sama lain agar program ini memberikan manfaat kepada masyarakat dan dapat berjalan secara berkesinambungan," Jelas Menaker.


Empat kegiatan utama dalam program desmigratif diantaranya: 


Pertama, membangun pusat layanan migrasi dimana orang atau warga desa yang hendak berangkat ke luar negeri mendapatkan pelayanan di balai desa melalui peran dari pemerintah desa. Informasi yang didapatkan antara lain informasi pasar kerja, bimbingan kerja, informasi mengenai bekerja ke luar negeri dan lain-lain termasuk pengurusan dokumen awal. 


Kedua, kegiatan yang terkait dengan usaha produktif. Ini kegiatan yang dimaksudkan untuk membantu pasangan dari TKI yang bekerja di luar negeri agar mereka ini memiliki keterampilan dan kemauan untuk membangun usaha-usaha produktif. Kegiatan ini mencakup pelatihan untuk usaha produktif, pendampingan untuk usaha produktif, bantuan sarana produktif hingga pemasarannya. 


Ketiga, kegiatan untuk menangani anak-anak TKI atau anak-anak buruh migran dalam bentuk community parenting. Dengan kegiatan ini anak-anak TKI diasuh bersama-sama oleh masyarakat dalam suatu pusat belajar-mengajar. Dalam konteks ini orang tua dan pasangan yang tinggal di rumah diberikan pelatihan tentang bagaimana membesarkan atau merawat anak secara baik agar mereka ini bisa terus bersekolah mengembangkan kreatifitasnya sesuai dengan masa kanak-kanak mereka.


Keempat, penguatan usaha produktif untuk jangka panjang dalam bentuk koperasi usaha. Koperasi usaha produktif ini tentunya juga bisa menjadi inisiatif bersama dari masyarakat yang akan didukung oleh pemerintah. 


Dalam laporannya, Dirjen Pembinaan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Hery Sudarmanto, menjelaskan bahwa proses pembentukan Desmigratif diawali identifikasi dan pemetaan potensi di Desa kantong TKI. Proses pemetaan bekerja sama dengan Dinas yang menangani ketenagakerjaan di kedua Kabupaten dan bersama dengan aparat desa setempat.


Pada pelaksanaannya, dari 50 kabupaten yang menjadi kantong-kantong TKI telah ditetapkan 2 desa yang menjadi percontohan program yaitu Desa Kenanga di Indramayu dan Desa Kuripan di Wonosobo. Desa Kenanga sendiri telah diresmikan sebagai Desmigratif pada 27 Desember yang lalu. Secara total akan ada 100 desa yang akan menjadi Desmigratif di 50 Kabupaten/Kota dan khusus di wilayah Nusa Tenggara Timur akan dibentuk 20 Desmigratif dari 10 Kabupaten/Kota Kantong TKI. Beberapa kabupaten tersebut antara lain yang berada di provinsi Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.


Warga Desa Kuripan telah memperoleh sejumlah pelatihan oleh pendamping program agar warga dapat mengolah potensi lokalnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Pelatihan yang diberikan diantaranya adalah pengolahan salak, singkong, daging ayam, telur puyuh dan pelatihan membatik. Sedangkan di Desa Kenanga, pelatihan yang telah diberikan adalah pembuatan kerupuk kulit ikan, kerupuk udang, keripik manga, manisan manga, dodol mangga, sirup mangga, baso soji, abon sapi, dan rempeyek. Kedua desa juga mendapatkan pelatihan pengemasan sampai pemasaran produk. 


"Melalui  pelatihan kewirausahaan dengan skema TKM (Tenaga Kerja Mandiri, red) kami harapkan akan bisa mendorong warga desa untuk membuka usaha produktif yang berkelanjutan," tambah Hery.


Pemerintah mengharapkan dukungan semua pihak agar Program Desmigratif bisa berjalan secara maksimal dan dapat berkontribusi pada pembangunan perekonomian di desa-desa kantong TKI di Indonesia. 

BIRO HUMAS KEMNAKER

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Hanif Luncurkan 120 Desa Migran Produktif di 60 Kabupaten/Kota

11 September 2017 0

Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meluncurkan secara resmi Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di 120 desa pada  Senin (11/9/2017). Desmigratif merupakan desa [...]

Menaker dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Klaim Asuransi bagi TKI

15 Agustus 2017 0

TANGERANG – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakirididampingi  Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto memberikan santunan klaim kepada Eni Purwanti, calon TKI asal Lampung yang [...]

Menaker Hanif Resmikan Peluncuran Transformasi Jaminan Sosial TKI

30 Juli 2017 0

Tulungagung -- Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri secara resmi meluncurkan program jaminan sosial bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Peluncuran tersebut dilaksanakan di Tulungagung,  [...]