Senin, 11 September 2017 22:36 WIB 0 Komentar 1066 Dilihat
Menaker Hanif Luncurkan 120 Desa Migran Produktif di 60 Kabupaten/Kota

Menaker Hanif Luncurkan 120 Desa Migran Produktif di 60 Kabupaten/Kota

Jakarta -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri meluncurkan secara resmi Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) di 120 desa pada  Senin (11/9/2017). Desmigratif merupakan desa yang sebagian besar penduduknya bekerja di luar negeri, memahami sistem penempatan dan perlindungan tenaga kerja baik di dalam maupun di luar negeri.

 
"Peluncuran ini bertujuan untuk memantapkan kesamaan persepsi dalam pelaksanaan Program Desmigratif di 60 Kabupaten/Kota dan 120 desa terpilih," kata Menaker Hanif.

 
Peluncuran Program Desmigratif mengusung tema Membangun dan Melindungi Tenaga Kerja Indonesia dari Desa.
Hanif menjelaskan, Program Desmigratif diharapkan dapat menjadi suatu wadah untuk berdiskusi dan saling memberikan gagasan kepada para pemangku kepentingan. 

 
"Desmigratif merupakan upaya terobosan Kemnaker bekerjasama dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan swasta untuk memberdayakan, meningkatkan pelayanan serta memberi perlindungan bagi calon TKI/TKI di desa yang menjadi kantong-kantong TKI," ungkap Hanif.

 
Hanif memaparkan, ada empat pilar utama yang diusung oleh Program Desmigratif, yaitu  membentuk pusat layanan migrasi, menumbuhkembangkan usaha-usaha produktif TKI dan keluarganya, memfasilitasi pembentukan Rumah Belajar Desmigratif, serta memfasilitasi pembentukan dan mengembangkan Koperasi/Lembaga Keuangan.

 
"Dengan konsep ini, pemerintah desa diharapkan lebih berperan aktif dalam peningkatan pelayanan penempatan  dan perlindungan calon TKI/TKI," ujar Hanif.

 
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng mengungkapkan, deperlukan sinergi dan kerjasama untuk mensukseskan Program Desmigratif. Dalam hal ini, BI siap mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berasal dari Program Desmigratif melalui sistem pembayaran dan pengembangan yang BI sediakan.

 
"Pihak kami siap mendukung Desmigratif melalui Less Cash Society, Perluasan Akses Keuangan dan Pengembangan UMKM," ungkap Sugeng. 
Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Maruli Hasoloan mengatakan pada tahun 2016 Kemnaker sudah melakukan uji coba pelaksanaan Program Desmigratif di dua wilayah.

 
"Kami sudah melakukan uji coba Program Desmigratif di Wonosobo, Jawa Tengah dan Indramayu, Jawa Barat. Dalam tiga tahun kedepan diharapkan dapat dilaksanakan di 400 desa di seluruh wilayah Indonesia," jelas Maruli.

Lihat Berita Yang Lain

Diluar Dugaan, ILO Apresiasi Program Desmigratif

08 Juni 2018 1

Setidaknya, ada dua hal yang menjadi perhatian  Ryder terkait Desmigratif. Yakni terkait layanan migrasi sejak di kampung halaman serta peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja migran melalui [...]

Kemnaker –APJATI Tandatangani MoU Soal Pekerja Migran

07 Mei 2018 0

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) tentang optimalisasi pelayanan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) [...]

Kemnaker Fasilitasi Bantuan Bagi Keluarga Almarhum M Zaini, TKI yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi

24 April 2018 0

Jakarta -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan bantuan bagi keluarga Almarhum (Alm) M. Zaini Misrin Arsyad, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang dieksekusi mati di Arab Saudi [...]