Selasa, 30 Januari 2018 16:28 WIB 0 Komentar 4004 Dilihat
Menaker Dorong Penempatan Pekerja Migran  Sektor Formal ke Negara  Qatar

Menaker Dorong Penempatan Pekerja Migran Sektor Formal ke Negara Qatar

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menerima kunjungan Duta Besar Indonesia Untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhamad Basri Sidehabi di kantor Kemnaker Jakarta Selatan, Selasa (30/1/2018). Dalam kesempatan tersebut Dubes Basri Sidehabi saat melaporkan adanya regulasi baru bagi pekerja migran di negara Qatar.


“ Kami melaporkan adanya regulasi baru yang diterbitkan pemerintah Qatar. Tentunya berharap aturan baru itu dapat meningkatkan perlindungan pekerja migrant di sana, terutama bagi pekerja migram Indonesia yang bekerja di sana, “ kata Dubes Basri.


Dubes Basri menjelaskan dalam peraturan baru  pemerintah Qatar melindungi pekerja pengemudi, tukang kebun, dan pekerja domestik.  Kedian diatur pula  penerapan 10 jam kerja setiap hari dan adanya libur sehari dalam sepekan. 


:Adanya regulasi baru  diharapkan mampu melindungi pekerja di Qatar tersebut yang selama ini belum memperoleh payung hukum. Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi,“ kata Dubes Basri.
 

Dilaporkan juga jumlah PMI di Qatar sekitar 40.000 orang, 10 ribu adalah tenaga kerja terampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal. "Sekitar 0,4 persen dari total jumlah PMI yang mengalami masalah di Qatar," ujar Dubes Basri.


 Menanggapi laporan tersebut,  Menaker mengungkapkan akan melihat kembali perjanjian kerja sama anatara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Qatar terkait tata kelola penempatan dan perlindungan pekerja migran. 


 "Ke depan Kemnaker akan mendorong penempatan tenaga kerja Indonesia terutama sektor formal yang menguntungkan bagi tenaga kerja Indonesia. Sekarang kita hunting job-job dan semi skills skill atau professional yang tersedia di sana," ujar Menaker.

 
Ia mengungkapkan, pihaknya juga akan mengecek dan mensinkronkan antara Undang-Undang Qatar yang baru tentang pekerja migran dan ketentuan yang ada di Indonesia. Jika hal ini membawa dampak yang baik kepada tenaga kerja Indonesia baik dari segi perlindungan maupun finansial, Kemnaker akan mendorong penempatan tenaga kerja Indonesia ke Qatar terutama pada sektor formal karena untuk sektor domestik masih moratorium.

 
"Namun sebelum itu kita akan mengecek terlebih dahulu terkait jam kerja dan perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia di Qatar. Kita juga ingin pastikan peningkatan kapasitas dan posisi diplomatik atase ketenagakerjaan di sana.," papar Menaker.  


 Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

#Viral : 13 Tahun Hilang, TKI Dastin Berhasil Ditemukan Di Yordania

19 April 2018 0

Tim Satgas KBRI Amman berhasil menemukan kembali  Pekerja Migran Indonesia (PMI)  yang bernama Dastin binti Tasja (30), warga Desa Juntikedokan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang telah [...]

Kemnaker Pertimbangkan Tawaran Pelatihan Pekerja Migran Dari USAID

03 April 2018 0

Jakarta—Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyambut positif program-program kerjasama yang ditawarkan United States Agency for International Development (USAID) khususnya bagi para [...]

Pemerintah Terus Perkuat Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

21 Maret 2018 0

Jakarta--Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memperkuat pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Hingga saat ini pemerintah telah memberikan [...]