Senin, 19 Februari 2018 16:38 WIB 0 Komentar 4110 Dilihat
Masjid dan Shelter  bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Diresmikan

Masjid dan Shelter bagi Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Diresmikan

Para  Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Taiwan kini dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan khusu. Masjid An Nur Tongkang  yang berada di kawasan  Kaohsiung, Distrik Pingtung, Taiwan akhirnya diresmikan pada Minggu (18/2) kemarin.
 
“Para pekerja migran Indonesia di Taiwan menyambut sukacita adanya Mesjid An Nur Tongkang ini. Mereka semua sudah lama merindukan hadirnya masjid untuk memudahkan beribadah, “ kata Soes Hindharno dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Senin (19/2).
 
Kegiatan tabligh akbar dan peresmian Masjid An Nur Tongkang  ini  dihadiri Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Robert James Bintaryo didampingi Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kemnaker Soes Hindharno, Kapusdatin Kemnaker Suhartono  serta Kabid Tenaga Kerja KDEI Taipei.
 
Acara ini terselenggara oleh Kepanitiaan bersama yaitu FOSPI (Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia) Taiwan dan dengan beberapa elemen WNI. Tabligh akbar kali ini diisi siraman rohani oleh KH Ahmad Syaehu Al Hafisd serta dimeriahkan Group Musik Wali Band, salah satu Band Ternama Indonesia. 
 
Direktur Soes mengatakan pemerintah memberikan apresiasi atas perjuangan komunitas PMI di daerah Pingtung dalam pendirian Masjid An Nur ini. Selain tempat ibadah, pengurus pun mendirikan Madrasah Diniyah Buruh Migran Indonesia Miftahul Ulum untuk menambah pengetahuan agama bagi para buruh migran. 
 
 “Pemerintah mendukung dan memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja migrant di Taiwan, khususnya para ABK  di kawasan Pintung ini. Masjid berhasil didirikan  atas kerja keras buruh migran Indonesia di Taiwan," kata Soes.
 
Setelah meresmikan Mesjid An Nur, Soes Hindharno mengatakan pihaknya bersama rombongan juga menyempatkan silaturrahmi dengan PMI di wilayah Pingtung sekaligus sosialisasi Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) sebagai pengganti dari UU Nomor 39 Tahun 2004.
 
Setelah silaturrahmi dengan PMI, dilanjutkan dengan  peninjauan shelter baru KDEI Taipei yang diperuntukan bagi PMI di wilayah Kaohsiung dan wilayah selatan Taiwan lainnya. Shelter baru tersebut akan dipergunakan untuk rumah perlindungan bagi PMI yang membutuhkan sebagai hadirnya negara dan juga dapat digunakan sebagai tempat sosialisasi penyebaran informasi terhadap PMI.  
 
“Shelter Kaohsiung juga bisa digunakan untuk  belajar mengajar (tatap muka kejar paket A, Paket B dan Paket C serta Universitas Terbuka bagi PMI, “ katanya.
Dalam acara Tabligh Akbar dan peresmian Masjid tersebut, disampaikan juga bantuan dana dari Kemenaker untuk pemenuhan sarana dan prasarana masjid An Nur.


 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Hilang 14 Tahun, Pekerja Migran Sarisih Dipulangkan dari Yordania

25 September 2018 0

Yordania--Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Amman Yordania memulangkan Pekerja Migran Indonesia bernama Sarisih (42 tahun), setelah dua bulan lalu ditemukan oleh Tim Satgas Perlindungan KBRI [...]

Pekerja Migran dengan Kondisi Lebam yang Viral di Medsos Akhirnya Dipulangkan

08 September 2018 0

Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan kondisi lebam dalam video yang viral di media sosial akhir Agustus lalu akhirnya kembali ke Indonesia dan bertemu keluarganya di Sukabumi. Utih binti Awat (43 [...]

Menaker Dorong Peran Pemda Dalam Melindungi Pekerja Migran Indonesia

31 Juli 2018 0

Menaker M. Hanif Dhakiri mengatakan salah satu caranya mencegah dan mengurangi migrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, yakni memperkuat program Desa Migran Produktif (Desmigratif) dan [...]