Selasa, 09 Oktober 2018 19:46 WIB 0 Komentar 2076 Dilihat
Kunjungi Desmigratif NTT, Menaker Sopiri Mobil Sendiri

Kunjungi Desmigratif NTT, Menaker Sopiri Mobil Sendiri

Maumere - Ada  yang tak biasa dalam kunjungan kerja Menteri Ketenagakerjaan, M. Hanif Dhakiri ke Kabupaten Sikka, NTT (9/10). Menaker memilih untuk mengemudikan sendiri mobilnya menuju lokasi acara. Apa alasannya?

 
"Senang aja. Biar nggak lupa caranya nyopir sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa" kelakar Hanif.

 
Hanif mengendarai mobil sendiri mulai dari Bandara Frans Seda Maumere menuju Rumah Jabatan Wakil Bupati Sikka. Dalam mobil tersebut, Menaker juga ditemani Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga. 

 
Usai rehat sejenak, Hanif kembali mengemudikan mobil berplat RI 31 tersebut dari Rumah Jabatan Wakil Bupati Sikka menuju lokasi acara. di Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

 
Desa Done merupakan salah satu desa yang masuk dalam program Desa Migran Produktif (Desmigratif) Kemnaker. Mayoritas warga Desa Done sendiri bekerja sebagai pekerja migran.

 
Sesampainya di Desa Done, Hanif langsung berdialog dengan warga setempat

 
Hanif mengatakan, menjadi pekerja migran adalah pekerjaan mulia. Selain itu, tak sedikit masyarakat Indonesia yang merupakan anak pekerja migran berhasil mengharumkan nama bangsa.

 
"Selama kita punya keyakinan, selama kita semangat, selama kita bekerja keras, kita ulet, kita tidak menyerah pada keadaan, maka hidup akan berubah," ujarnya.

 
Menurutnya, Pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo memiliki perhatian besar terhadap isu pekerja migran di NTT. Hal ini dikarenakan NTT masuk pada zona darurat human trafficking. Untuk itu, ia berpesan kepada pemerintah daerah untuk lebih fokus pada isu peningkatan kompetensi SDM NTT dan perlindungan pekerja migran.

 
Bagi Hanif, peningkatan kompetensi sangat penting agar masyarakat NTT dapat masuk ke dunia kerja ataupun berwirausaha. "Kalaupun misalnya harus bekerja ke luar negeri, bekerja ke luar negeri secara legal, dengan baik, sehingga terhindar dari berbagai resiko," paparnya.

 
Program Desmigratif bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran sejak dari desa. Program ini sengaja dihadirkan di desa-desa yang kebanyakan warganya bekerja sebagai pekerja migran atau lazim disebut desa kantong TKI.

 
Program Desmigratif berisi 4 pilar utama, yaitu pusat layanan migrasi, kegiatan usaha produktif, community parenting, dan pembentukan koperasi desmigratif. Sejak dicanangkan pada tahun 2016, ada 252 desa telah diresmikan sebagai Desmigratif.



 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Pemerintah Pulangkan Pekerja Migran Diah Anggraini Dari Yordania

19 Februari 2019 0

Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Yordania Diah Anggraini (36) akhirnya kembali ke Indonesia setelah 12 tahun kehilangan kontak dengan keluarganya. Diah Anggraini bersama 4 PMI lainnya  tiba [...]

Pemerintah Segera Pulangkan Pekerja Migran Diah Anggraini Dari Yordania

11 Februari 2019 0

Pemerintah akan segera membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Yordania bernama Diah Anggraini (36) kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Kedungkandang, kota Malang, Jawa Timur. Selama 12 [...]

Ini 6 Upaya Pemerintah Indonesia Lindungi Pekerja Migran

29 Januari 2019 0

Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja & Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK), Maruli A. Hasoloan mengatakan pemerintah Indonesia sedikitnya sudah melaksanakan enam (6) [...]