Selasa, 31 Mei 2016 17:04 WIB 0 Komentar 215 Dilihat
Kembangkan Skill, TKI Dilatih Bertani Organik

Kembangkan Skill, TKI Dilatih Bertani Organik

Taipei – Satu lagi kegiatan isnpiratif yang digagas oleh Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) di Taipei bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Taiwan adalah pelatihan bercocok tanam secara organik. Tak hanya dipandu cara pembibitan tanaman, para TKI juga terjun langsung bercocok-tanam di Beitou, Taipei, Minggu (29/5/2016).

Sedikitnya 30 TKI mengikuti pelatihan yang berlangsung di kebun Mr. Chan. Mereka mendapat pelatihan  langsung dari salah satu petani anggota Asosiasi Petani Organik Taipei tersebut. Para pesertapun mengakui, meskipun secara umum mereka sudah mengetahui seluk beluk pertanian, namun mereka masih awam dalam pertanian secara organik.

Mengkonsumsi makanan hasil olahan pertanian organik telah menjadi kebiasaan tersendiri bagi masyarakat Negeri Formosa. Mereka lebih memilih peertanian secara organik, karena lebih aman bagi kesehatan jika dibandingkan dengan pertanian yang diolah dengan pupuk kimiawi.

Salah satu pesert apelatihan, Rubiyati, menuturkan, dengan belaja rbertani secaraorganik, dirinya bisa mengambil banyak manfaat. Selain memperoleh ilmu pertanian, dirinyajugabisabelajar bertani dengan lahan yang sempit.

“Di kampung, saya selama ini bercocok-tanam pertanian secara umum, bukan teknik organik seperti yang kita pelajari hari ini,” ujar wanita berjilbab asal Pati, Jawa Tengah ini.

Pelatihan pertanian organik dinilai cocok dengan kultur pertanian Indonesia. Peserta lainnya, Sarmi, mengatakan, ilmu pertanian organik bisa diaplikasikan sepulangnya ke Indonesia.

“Saya pernah bercocok-tanam bawang merah. Mudah-mudahan pelajaran bertani organik in ibisa sayaterapkan di Indonesia,” tutur TKI asal Demak, Jawa Tengah tersebut.

Mr. Chan menjelaskan, pertanian secara organik terdiri dari beberapa tahapan. Dimulai dari tahap pemilihan bibit,  penyemaian, menanam bibit, perawatan, hingga masa panen.

“Secara umum, bertani organik, masa panen akan lebih lama daricocok-tanam pada umumnya. Tapi, kelebihannya, hasil panen lebih sehat dan berkualitas,” terangnyadidampingi sang istri.

Salah satusesi paling menarikdalam pelatihan ini adalah TKI diajak berkeliling ke areal perkebunan jagung dan timun. Mengingat pertanian organik sama sekali tidak menggunakan pupuk pestisida, para peserta dapat langsung memetik sayuran organik tersebut dan mengkonsumsinya di tempat.

“Rasanya lebih enak,” cetus Nurkholiq, TKI asal Kendal, mencoba membandingkan kualitas sayurorganik yang dicicipinya.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI di Taipei Devriel Sogia Raflis yang didampingi Senior Asisten Ketenagakerjaan Noerman Adhiguna mengajak TKI untuk sebijaksana mungkin dalam memanfaatkan waktu selama bekerja sebagai TKI. Kedatangan mereka menjadi TKI di Taiwan diharapakan bisa member pengalaman yang dapat dikembangkannya kelak sepulang ke Indonesia.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, sepulangnya ke Indonesia, saudara-saudara bisa menerapkan ilmunya di kampong halaman masing-masing,” imbaunya.

Dijelaskan, pelatihan pertanian organik menjadi bagian dari exit program KDEI di Taipei. Pihaknya secara intensif menggelar kegiatan pemberdayaan dan pembekalan bagi TKI demi terciptanya TKI purna yang mandiri sekembalinya ke Tanah Air.

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Hanif Ingatkan Atase Ketenagakerjaan Jangan Hanya Berkutat Masalah TKI

18 September 2017 0

Sebagai perwakilan Kemnaker Indonesia di luar negeri, Atnaker juga terkait dengan persoalan ketenagakerjaan secara umum, seperti informasi pasar kerja (labour market information), pelatihan vokasi [...]

Bekal Mandiri, TKI di Taiwan Digembleng Pelatihan Membuat Kue dan E-Commerce

12 September 2017 0

TAIPEI – Kisah tentang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, tidak melulu berisi kesedihan dan cucuran air mata. Seperti halnya di Taiwan, para TKI justru mengisi waktu luang di [...]

Menaker dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Klaim Asuransi bagi TKI

15 Agustus 2017 0

TANGERANG – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakirididampingi  Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto memberikan santunan klaim kepada Eni Purwanti, calon TKI asal Lampung yang [...]