Selasa, 31 Mei 2016 17:00 WIB 0 Komentar 391 Dilihat
KDEI Taipei Selenggarakan Exit Program, TKI Dilatih Jadi Pemandu Wisata

KDEI Taipei Selenggarakan Exit Program, TKI Dilatih Jadi Pemandu Wisata

Taipei – Puluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI)yang ditempatkan di Taiwan  mendapat pelatihan  enjadi  pemandu wisata berbahasa Mandarin. Pelatihan dilakukan dengan  terjun  langsung ke sejumlah  lokasi wisata kenamaan di Kota Taipei, Minggu (22/5/2016). Lebih dari 20 TKI, bergabung dalam exit program yang yang gelar Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei. Pada sesi kali ini, para TKI praktek langsung kemampuan mereka sebagai pemandu wisata di tiga lokasi yaitu National Revolutionary Martyrs' Shrine, Chiang Kai-Shek Memorial Hall, dan gedung pencakar langit 101.

Pelatihan tersebut dipandu oleh Adi Carlo, instruktur dari Daily Travel Service yang  telah mengantongi lisensi sebagai pemandu wisata dari Departemen Pariwisata Taiwan. Adi Carlo menyampaikan, sebagian peserta telah memiliki kemampuan mumpuni dan dapat diterapkan sebagai pemandu wisata di Indonesia. Sebagian lainnya, ada yang masih kurang percaya diri saat praktek. Menurutnya, hal itu terjadi karena kurangnya “jam  terbang” atau pengalaman yang bersangkutan. Karenanya, Adi menyarankan agar para TKI giat berlatih secara otodidak memperdalam ilmunya.

Adi menambahkan, pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari sesi teori pemandu wisata yang digelar bulan sebelumnya. Jika dalam pertemuan sebelumnya, TKI selama sehari penuh memperoleh teori bagaimana menjadi pemandu wisata, pelatihan kali ini para TKI langsung terjun ke lokasi wisata dan praktek menjadi pemandu wisata.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Devriel Sogia Raflis didampingi Senior Asisten Ketenagakerjaan Noerman Adhiguna berpesan agar TKI terus mengeksplorasi kemampuan yang dimilikinya. Pihaknya berharap, sepulangnya TKI ke Indonesia dapat menciptakan lapaangan pekerjaan sendiri, dan tidak perlu menjadi TKI lagi.

“Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatihan kali ini. Indonesia kaya akan potensi, dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga wilayah lainnya. Peluang menjadi pemandu wisata berbahasa Mandarin di Indonesia sangat besar, teruslah belajar,” pesannya.

Pelatihan pemandu wisata bahasa mandarin merupakan lanjutan dari berbagai exit program yang diadakan. Sebelumnya, KDEI di Taipei juga telah menggelar pelatihan bubble tea dan kerajinan clay. Dalam waktu dekat, KDEI di Taipei juga akan menggelar pelatihan pertanian organik bagi TKI.

Lihat Berita Yang Lain

Indonesia Tolak Program Direct Hiring Bagi Pekerja Migran di Malaysia

10 Januari 2018 0

Jakarta -- Pemerintah Indonesia menolak kebijakan pemerintah Malaysia yang memberlakukan program direct hiring terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk sektor Informal yang mulai berlaku pada [...]

Penegakkan Hukum Ketenagakerjaan Perbaiki Tata Kelola Pekerja Migran

21 Desember 2017 0

Jakarta--- Untuk mewujudkan migrasi pekerja migran yang lebih baik dibutuhkan  enegakan hukum ketenagakerjaan yang tegas sebagai  bentuk kehadiran negara agar memastikan pelaksanaan [...]

Pemerintah Luncurkan Lembaga Sertifikasi Profesi Penempatan dan Perluasa Kesempatan Kerja

20 Desember 2017 0

Jakarta--Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan meluncurkan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak-2 Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) di ruang Tridharma Kemnaker, Jakarta, Rabu [...]