Kamis, 05 April 2018 19:15 WIB 0 Komentar 5200 Dilihat
Diperbanyak, Jumlah Pekerja Migran Sektor Formal di Singapura

Diperbanyak, Jumlah Pekerja Migran Sektor Formal di Singapura

Pemerintah Indonesia  berkomitmen untuk terus memperbanyak jumlah penempatan pekerja migran skilled workers yang bekerja di berbagai  sektor formal di Singapura.

 
Namun hal ini harus diiringi dengan peningkatan keterampilan kerja dan penguasaan  bahasa yang baik agar tidak kalah bersaing dengan pekerja-pekerja migran dari negara lain.

 
Demikian diungkapkan Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan Hery Sudarmanto seusai mengadakan pertemuan dengan Dubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya di KBRI Singapura.

 
"Pasar kerja di sektor formal  masih terbuka luas di Singapura. Kesempatan ini harus bisa dimanfaatkan dengan penyiapan pekerja migran yang kompeten, terampil dan penguasaan bahasa yang baik, " kata Sekjen Hery dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Kamis (5/4).

 
Sekjen Hery mengatakan kebutuhan pasar kerja sektor formal di Singapura diprediksi  akan  terus bertambah akibat pertumbuhan investasi dan sektor riil yang meningkat beberapa tahun ke depan.

 
Selama ini jenis lowongan dan peluang kerja bagi formal yang tersedia di berbagai negara penempatan antara lain konstruksi, perminyakan, pertambangan, transportasi, jasa (services), perhotelan dan  turisme, nurse dan caregiver, pelayan supermarket, pekerja perkebunan, pertanian serta perikanan

 
"Kita harus bisa memenuhi  lowongan kerja dengan menyiapkan dan memperbanyak pekerja migran berkualitas  di Singapura. Kita juga terus memperkuat proses pelatihan kerja sesuai kebutuhan pasar kerja," kata Sekjen Hery.

 
Dalam pertemuan ini dibicarakan juga  upaya-upaya dalam meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang bekerja di Singapura serta mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented.

 
Mengenai  kerja sama ditingkat  ASEAN, kata Hery diharapkan implementasi semua dokumen Action Plan ASEAN Committee on the Implementation of the ASEAN Declaration on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers (ACMW) dapat terwujud dan semua negara ASEAN berkomitmen melaksanakannya. 

 
"Bagi pemerintah ini adalah upaya konkrit untuk memastikan dokumen tersebut terimplementasi secara legally-binding agar perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran di kawasan ASEAN dapat terwujud lebih baik," kata Sekjen Hery.

 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menteri Hanif Terharu Ketika Kunjungi Desa Kantong TKI di NTT

09 Oktober 2018 1

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri terharu hingga meneteskan air mata ketika memberi sambutan pada masyarakat di desa kantong pekerja migran/ TKI di Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, Menaker Hanif [...]

Kunjungi Desmigratif NTT, Menaker Sopiri Mobil Sendiri

09 Oktober 2018 1

Program Desmigratif bertujuan untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran sejak dari desa. Program ini sengaja dihadirkan di desa-desa yang kebanyakan warganya bekerja sebagai pekerja migran [...]

Petugas Desmigratif, Ujung Tombak Perlindungan Pekerja Migran

28 September 2018 1

Pemerintah terus melakukan peningkatan kemampuan dan  kapasitas para petugas Desa Migran Produktif (Desmigratif) untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja migran.   Hal ini dibutuhkan [...]