Selasa, 28 Februari 2017 12:44 WIB 0 Komentar 384 Dilihat
Desmigratif, Wujud Komitmen Kemnaker Lindungi Buruh Migran

Desmigratif, Wujud Komitmen Kemnaker Lindungi Buruh Migran

Jakarta - Mendorong peran aktif perempuan dalam pembangunan nasional menjadi salah satu komitmen dari pemerintah. Perempuan yang produktif sangat diperlukan perannya, tidak hanya sebagai komponen pendukung keluarga, namun juga sebagai komponen utama pembangunan produktivitas nasional. Dalam audiensi dengan Pengurus Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (27/02/2017), Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyampaikan besarnya kontribusi perempuan dalam menyejahterakan keluarganya.

“Perjuangan perempuan itu bisa dilihat pada buruh migran yang berani kerja di luar negeri demi bisa kirim uang ke kampung,” kata Menaker Hanif.

Dalam audiensi ini, pengurus KUPI menyampaikan rencana penyelenggaraan Kongres bertema “Peran Ulama Perempuan dalam Meneguhkan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kemanusiaan” yang akan diadakan pada 25-27 April 2017 di Cirebon. Salah satu bahasan yang akan dikaji dalam Kongres adalah terkait pekerja perempuan, khususnya buruh migran. Selain melaksanakan kajian tentang berbagai bahasan seputar sosial-politik-budaya, kongres tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bersifat taktis dan strategis dari perspektif ulama perempuan, akademisi, dan praktisi pemberdayaan perempuan.

Rencana tersebut disambut baik oleh Menaker yang menjelaskan bahwa dirinya sangat mendukung kegiatan yang dapat menghasilkan solusi bagi berbagai persoalan bangsa. Menaker juga menegaskan tentang komitmen Kemnaker dalam melindungi buruh migran. Pada kesempatan ini, Menaker menjelaskan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang tengah menjadi salah satu program prioritas Kemnaker.

Program Desmigratif dirancang untuk melindungi calon buruh migran sejak proses sebelum penempatan, saat penempatan di luar negeri, hingga kembali ke daerah asal. Menaker menyebutkan bahwa seluruh proses tersebut harus aman, cepat, mudah dan berbiaya murah.

“Yang (TKI) Non-Prosedural itu kan dekat kaitannya dengan human trafficking, banyak masyarakat desa jadi korban, semoga lewat Desmigratif kita bisa tekan jumlah TKI Non-Prosedural,” jelas Menaker Hanif.

Ada empat konten kegiatan utama dari program Desmigratif, diantaranya: membangun pusat layanan migrasi, mendorong usaha produktif, menangani anak-anak TKI atau anak-anak buruh migran dalam bentuk community parenting, dan penguatan usaha produktif untuk jangka panjang dalam bentuk koperasi usaha.

BIRO HUMAS KEMNAKER

Lihat Berita Yang Lain

Menaker Berharap 4000 Desa Terjangkau Program Desmigratif

31 Oktober 2018 0

Menaker Hanif Dhakiri  berharap seluruh desa kantong pekerja migran yang berjumlah sekitar 4000 desa, mampu melaksanakan program Desmigratif (desa migran produktif) yang digagas Kementerian [...]

Menaker Doakan Pekerja Migran yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi

31 Oktober 2018 0

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memprotes keras eksekusi hukuman mati yang menimpa Tuty Tursilawati, Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi pada Senin (29/10/2018) [...]

Indonesia-Yordania Komitmen Lindungi Pekerja Migran Sektor Formal

22 Oktober 2018 0

Pemerintah RI melalui Kementerian Ketenagakerjaan dengan pemerintah Yordania terus memperkuat kerja sama  serta meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia yang bekerja [...]