Rabu, 28 Maret 2018 17:01 WIB 0 Komentar 3350 Dilihat
Pekerja Migran Bermasalah di Yordania  Dibekali  Pelatihan Keterampilan Kerja

Pekerja Migran Bermasalah di Yordania Dibekali Pelatihan Keterampilan Kerja

Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang  berada di tempat penampungan sementara (shelter) di Amman, Yordania mendapatkan berbagai pelatihan keterampilan kerja. Pelatihan keterampilan  kerja ini diharapkan menjadi bekal  bagi mereka  untuk berwirausaha mandiri saat pulang ke tanah air.


“Berbagai kegiatan pelatihan ketrampilan kerja dan pembinaan jasmani dan rohani diharapkan bermanfaat bagi para pekerja sekembalinya ke tanah air. Ini adalah salah satu wujud hadirnya negara dalam pelindungan  PMI di Yordania”  kata Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Rabu (28/3).


Pelatihan keterampilan yang diberikan kepada PMI  antara lain  membuat produk makanan home industri, yaitu  membuat kue, tahu, tempe, telur asin serta kerajinan tangan berupa menjahit, membuat anyaman, bunga2 kertas. Tak hanya itu, PMI pun diberikan pelatihan seni budaya dan tari tradisional Indonesia.

 
Salah satu hasil pembinaan yang dilakukan adalah latihan tari tradisional. Dalam acara “ Indonesian Cultural & Education Night” di Hotel Le Grand, Amman (26/3), beberapa pekerja migran ikut menampilkan tari “Ondel-Ondel” asal Betawi.

 
“Saat menyaksikan PMI  mampu menari tarian tradisional Indonesia dengan baik dengan penuh keriangan, merupakan kebahagiaan tersendiri,” tambah Dubes Andy.

 
Dikatakan Dubes Andy, akses untuk mendapatkan pelatihan Shelter) Griya Singgah KBRI Amman sesuai kemampuan yang dimiliki adalah salah satu amanat yang dijamin oleh undang-undang, agar mereka bisa memperoleh kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. 

 
“Pemerintah terus memberikan pendampingan dan pembinaan ketrampilan bagi para PMI yang berada di tempat penampungan sambil menunggu penyelesaian masalah hak-hak ketenagakerjaannya yang dimediasi maupun diselesaiakan melalui pengadilan. “ kata Dubes Andy.

 
Penampungan Griya Singgah KBRI Amman, difungsikan untuk menampung para WNI/BHI yang sedang menghadapi masalah dilengkapi lebih dari 40 tempat tidur dan 100 loker. Saat ini terdapat 14 orang  PMI yang berada di Shelter TKI.

 
Sementara itu Atase Ketenagakerjaan (Atnaker) KBRI Amman, Suseno Hadi menambahkan  dari waktu ke waktu, jumlah penghuni penampungan KBRI Amman berfluktuasi, tergantung dari kasus-kasus yang ditangani.

 
“Kita berupaya mempercepat penyelesaian kasus-kasus PMI agar dapat segera pulang ke tanah air. Namun secara keseluruhan jumlah penghuni shelter pun ikut menurun sejalan dengan telah dilakukannya moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia sektor informal ke Timur Tengah di tahun 2015, “kata Atnaker Suseno.
 

Untuk jumlah kasus PMI di Yordania sendiri dari waktu ke waktu berangsur berkurang secara drastis. Tahun 2016 terdapat sejumlah 418 kasus, namun di tahun 2017 jumlahnya turun lebih dari 50 persen tersisa sekitar 187 kasus.

 
“Menurunnya jumlah kasus PMI yang tertangani oleh KBRI bukan berarti tidak ada masalah lagi. Karena menurut data Menteri Perburuhan Yordania di tahun 2017 masih tercatat 2.300 PMI yang tergolong tidak mengikuti prosedur. Dengan demikian masih diperlukan upaya serius untuk menyelesaikan permasalahan ini, “tutup Atnaker Suseno.


Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Fasilitasi Bantuan Bagi Keluarga Almarhum M Zaini, TKI yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi

24 April 2018 0

Jakarta -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan bantuan bagi keluarga Almarhum (Alm) M. Zaini Misrin Arsyad, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) yang dieksekusi mati di Arab Saudi [...]

#Viral : 13 Tahun Hilang, TKI Dastin Berhasil Ditemukan Di Yordania

19 April 2018 0

Tim Satgas KBRI Amman berhasil menemukan kembali  Pekerja Migran Indonesia (PMI)  yang bernama Dastin binti Tasja (30), warga Desa Juntikedokan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, yang telah [...]

Kemnaker Pertimbangkan Tawaran Pelatihan Pekerja Migran Dari USAID

03 April 2018 0

Jakarta—Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyambut positif program-program kerjasama yang ditawarkan United States Agency for International Development (USAID) khususnya bagi para [...]