Selasa, 02 Oktober 2018 23:07 WIB 0 Komentar 1051 Dilihat
Strategi  Menaker Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Strategi Menaker Tingkatkan Produktivitas Pekerja

Yogyakarta -- Untuk meningkatkan produktivitas pekerja, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri memiliki dua strategi, yakni dengan cara meningkatkan kompetensi pekerja dan memperbaiki sistem pengupahan.

"Kita terus meningkatkan akses dan mutu terhadap pelatihan kerja sehingga memacu produktivitas kita untuk terus meningkat," kata Menaker Hanif saat membuka Pertemuan  Organisasi Produktivitas Asia (Asian Produktivity Organization / APO) ke-59 pada Selasa (2/10).
Dalam pertemuan pertemuan APO ke-59 ini dihadiri perwakilan dari negara Iran, India, Fiji, Jepang, Bangladesh, China, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philipines, Singapura, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam.
Setiap Tahun Anggota APO melakukan pertemuan rutin untuk membahas program dan  kegiatan APO  dalam rangka peningkatan produktivitas. APO sendiri adalah suatu organisasi negara-negara di kawasan Asia Pasific yang bersifat non provit, non politik dan non diskriminatif.

Dikatakan Hanif, tingkat produktivitas dan daya saing Indonesia saat ini sudah cukup membaik, prospektif dan memiliki peluang yang cukup kompetitif untuk bersaing dengan negara lainnya di tingkat ASEAN maupun Asia Pasifik.
Hasil pengukuran produktivitas yang  dilakukan Kemnaker bersama dengan Badan Pusat Statistik pada tahun 2017 lalu, tingkat produktivitas Indonesia mencapai 79,66 juta rupiah per tenaga kerja, tumbuh sekitar 1,83% dari tahun sebelumnya. 

"Kita mengundang dunia usaha dan masyarakat sipil untuk bekerja sama dengan pemerintah supaya para pekerja bisa memiliki kompetensi yang baik dan lebih produktif," tutur Hanif.

Selain itu, Kemnaker  juga terus berupaya keras untuk  meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja agar tenaga kerja yang sudah berada di pasar kerja tidak keluar dari pasar kerja.
"Caranya antara lain melalui penyempurnaan-penyempurnaan sistem pelatihan kerja, sistem standardisasi dan sertifikasi, penerapan norma-norma ketenagakerjaan di tempat kerja, perwujudan hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan manajemen, perbaikan sistem upah dan lain sebagainya," kata Hanif.

Tak hanya itu, Kemnaker juga terus memperbaiki sistem pengupahan di Indonesia supaya kedepannya lebih berbasis produktivitas.

"Kami sudah mengkaji sistem pengupahan di Indonesia bersama serikat pekerja dan asosiasi pengusaha supaya kenaikan upah selaras dengan kenaikan produktivitas," ujar Hanif.
Menaker berharap, negara-negara anggota APO terus bahu-membahu untuk meningkatkan produktivitas anggotanya guna menyejahterakan pekerja

Biro Humas Kemnaker
Cp: Dicky Risyana ‭+62 812 12898276‬

Lihat Berita Yang Lain

Selamat! Delegasi Indonesia Raih 6 Emas dan 3 Perak di Abu Dhabi

03 Desember 2018 0

Jakarta- Delegasi Indonesia berhasil menjadi juara umum dengan mendapatkan 6 Emas dan 3 Perak pada perhelatan World Skills Asia (WSA) 2018 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kompetisi yang [...]

Permenaker Jaminan Sosial bagi Pekerja Migran Segera Diteken

29 November 2018 0

Jakarta--Setelah melalui pembahasan panjang dengan melibatkan  pemangku kepentingan terkait (stakeholder), Menteri Ketenagakerjaan  M Hanif Dhakiri akan segera menandatangani Peraturan [...]

Pemerintah Resmikan Layanan Terpadu bagi Pekerja Migran di Banyuwangi

28 November 2018 0

Banyuwangi -- Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI), Pemerintah kembali meresmikan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa [...]