Kamis, 02 Juni 2016 20:06 WIB 0 Komentar 197 Dilihat
Rumahkan 58 Karyawan, Menaker Panggil Pimpinan PT Maya Muncar

Rumahkan 58 Karyawan, Menaker Panggil Pimpinan PT Maya Muncar

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dakhiri, memerintahkan agar  kasus  ketenagakerjaan yang melibatkan PT Maya Muncar  (MM) segera diselesaikan, sesuai peraturan yang berlaku. Hal ini menyusul telah dirumahkannya sebanyak 58 pekerja oleh perusahaan industri pengalengan ikan yang berlokasi di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur itu.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan  Menaker Hanif dengan Direktur Utama  Hendri Sutadinata beserta manajemen  PT Maya Muncar  (MM) di kantor Kemnaker, Jakarta pada Kamis (2/6). Pemanggilan jajaran Direksi PT MM ini merupakan upaya Kemnaker untuk memfasilitasi dan menyelesaikan kasus ketenagakerjaan mengenai hubungan kerja dan upah yang terjadi sejak tahun 2010.



Plt Direktur Jenderal  Pembinaan  Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Kemnaker  Maruli A. Hasoloan mengatakan Menaker Hanif mengarahkan agar perselisihan hubungan kerja antara 58 pekerja dengan PT MM tersebut, segera selesaikan dalam satu bulan.

 

“Sesuai arahan Pak Menteri, agar diselesaikan secara bipartite sesuai aturan.Targetnya  satu bulan dapat diselesaikan dengan melibatkan pimpinan perusahaan dengan para pekerja. Itu intinya, “ kata Plt Dirjen PPK dan K3 Maruli seusai pertemuan.


Maruli menambahkan selama ini pihaknya dan Dinsosnakertrans kabupaten Banyuwangi telah melakukan pemeriksaan dan telah memerintahkan PT MM untuk mematuhi hasil pemeriksaan berupa nota.

 

“Pemanggilan ini merupakan pemeriksaan lanjutan di kantor pusat PT MM dan bertemu dengan Dirut. Kita ingin persoalan ini segera diselesaikan dengan baik sesuai aturan ketenagakerjaan,” kata Maruli.

 

Sementara itu, Direktur Pengawasan Norma Kerja dan Jamsostek Ditjen Binwasnaker Bernawan Sinaga menjelaskan adanya perselisihan antara pekerja dengan PT MM sejak tahun 2010. Perusahaan menganggap buruh harian lepas dan berdasarkan aturan bisa diangkat menjadi karyawan tetap. Namun PT MM berdalih 58 pekerja yang menuntut dijadikan karyawan tetap itu dianggap pekerja musiman.



“Status pekerja itu buruh harian lepas. Mereka sebanyak 58 dari 700 pekerja menuntut  dijadikan pekerja tetap,” ujarnya seraya mengatakan sesuai Permenaker Nomor 100 aturan pekerja harian lepas hanya boleh pekerja selama 21 hari dalam sebulan dan tidak boleh berturut-turut selama tiga bulan bekerja.

 

“Apabila permasalahan tidak selesai dalam satu bulan ke depan, akan dibawa ke ranah penegakkan hukum, “ kata Bernawan.

 

Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Menaker: 167 Ribu Pekerja Ikut program Mudik Lebaran Bersama

23 Juni 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN serta lintas kementerian yang telah menggelar mudik lebaran bersama bagi para pekerjanya.

Kemnaker: Indonesia Telah Miliki 624 Standar Kompetensi Kerja

20 Juni 2017 0

Untuk meningkatkan kompetensi kerja dan daya saing  Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan  percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional [...]

Indonesia Kembali Terpilih Sebagai Anggota Governing Body ILO

13 Juni 2017 0

Jenewa--Indonesia terpilih sebagai anggota Governing Body (GB) Organisasi Buruh Internasional (International Labour International/ILO) untuk periode tahun 2017-2020. Dalam pemilihan yang berlangsung [...]