Kamis, 30 Maret 2017 14:01 WIB 0 Komentar 743 Dilihat
Peran Strategis Perguruan Tinggi  Penyiapan Angkatan Kerja Masuki Pasar Kerja

Peran Strategis Perguruan Tinggi Penyiapan Angkatan Kerja Masuki Pasar Kerja

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengungkapkan peran strategis perguruan tinggi dalam penyiapan mahasiswa memasuki pasar kerja. Dalam konteks ketenagakerjaan, kompetensi dan daya saing merupakan mata uang yang harus dimiliki oleh setiap tenaga kerja.

Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kompetensi merupakan syarat mutlak untuk dapat bersaing di semua level tingkatan, baik nasional maupun internasional. Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan diharapkan menyesuaikan sistem pendidikan agar selaras dengan tuntutan dunia kerja, sehingga link and match.

 “Kita masih menghadapi adanya gap antara kebutuhan pasar kerja dengan luaran pendidikan, sedangkan disisi lain kita sangat mengharapkan luaran institusi pendidikan dapat langsung diserap oleh pasar kerja, khususnya pendidikan tinggi,’ ungkap Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri dalam kuliah umum yang disampaikan di Universitas Pesantren Tinggi Darul’Ulum (UNIPDU), Jombang , Jawa Timur (28/3). 

Sebagaimana diketahui bahwa sebagai negara yang surplus tenaga kerja, kondisi pasar kerja kita saat ini sangat diwarnai tenaga kerja yang berpendidikan rendah, yaitu sebesar 49,97 juta orang, dan didominasi tenaga kerja yang bekerja di lapangan kerja sektor informal, yaitu sebesar 68,20 juta orang. (sumber : Badan Pusar Statistik (BPS) Periode Agustus 2016)

Tidak dapat dipungkiri bahwa institusi pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah dan tinggi merupakan sisi supplay penghasil tenaga kerja, yang selanjutnya akan memasuki pasar kerja.  Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, per   1 Maret 2017 jumlah perguruan tinggi umum diseluruh Indonesia sebanyak 3.253 dan perguruan tinggi agama sebanyak 1.065. Tingginya jumlah perguruan tinggi tersebut tidak diimbangi dengan lulusan/luaran tenaga kerja berbagai tingkatan pendidikan tinggi yang siap masuk ke pasar kerja yang pada kenyataannya belum didukung dengan kemampuan/kompetensi untuk masuk ke pasar kerja. 

Kondisi ini mengisyaratkan bahwa pendidikan tinggi belum merupakan jaminan terhadap keberterimaan di pasar kerja, baik diakibatkan karena adanya gap kompetensi maupun ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasar kerja.  Untuk itu setiap perguruan tinggi perlu melakukan pembenahan terhadap program studi dan kurikulum untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing dan kemampuan atau kompetensi, apalagi dalam menghadapi kompetisi di era global.

Menaker Hanif menuturkan, bahwa momen wisuda merupakan start awal para wisudawan dan wisudawati untuk segera berpacu melakukan kerja-kerja nyata yang bermanfaat untuk kemaslahatan bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat secara umum.

Biro Humas Kemnaker.

Lihat Berita Yang Lain

1.000 Siswa BLK Makassar Terima Sertifikat Kompetensi

17 Oktober 2018 0

Makassar -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menyerahkan 1000 sertifikat kompetensi kepada lulusan peserta pelatihan kerja Balai Latihan Kerja (BLK) Makassar.

Kisah Sukses Pengusaha Alumni Pemagangan Jepang

13 Oktober 2018 0

Bandung -- Program pemagangan ke Jepang yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berbuah manis. Banyak alumni pemagangan di Jepang setelah kembali ke Indonesia menjadi pengusaha [...]

Tiga Strategi Kemnaker Kuatkan SDM Indonesia di Era Digital

13 Oktober 2018 1

Jakarta -- Memasuki era ekonomi digital pemanfaatan dan penguasaan teknologi merupakan salah satu indikator kemajuan negara yang memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kuat. Untuk memperkuat SDM [...]