Kamis, 16 Februari 2017 14:13 WIB 0 Komentar 238 Dilihat
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Harus Digenjot

Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja Harus Digenjot

Ditengah semakin ketatnya persaingan global termasuk dalam hal tenaga kerja, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menggagas sejumlah langkah strategis untuk keluar sebagai pemenang. Peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi program prioritas Kemnaker tahun ini. 


"Terutama terkait dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja kita. sebagaiman kita tahu bahwa arena persaingan global di berbagai bidang termasuk tenaga kerja ini semakin tinggi dan semakin ketat," ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri, di Kantor Kemnaker, Jakarta Selatan, Kamis (16/2/2017). 


Menurut Menaker, daya saing tenaga kerja Indonesia harus terus di genjot untuk memastikan Indonesia bisa semakin kompetitif dan keluar sebagai pemenang di era persaingan global saat ini. Selain itu, pihaknya juga akan terus meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.


"Terkait dengan peningkatan kompetensi dari tenaga kerja kita ini, beberapa terobosan kita lakukan, untuk mendorong peningkatan akses dan mutu dari pelatihan kerja," katanya.


Ia menambahkan, kunci dari peningkatan kompetensi tenaga kerja adalah peningkatan akses dan mutu pelatihan kerja. Sebab, kondisi angkatan kerja Indonesia didominasi oleh lulusan SD-SMP. 


"Kenapa akses masih menjadi hal sangat penting, karena kita tahu bahwa angkatan kerja ini dari sekitar 125 juta angkatan kerja nasional kita, 60 persennya lulusan SD-SMP," papar Menaker. 


Lulusan SD-SMP tersebut, lanjut Menaker, memiliki banyak keterbatasan seperti jika mereka ingin masuk ke SMK, umurnya sudah 15 tahun keatas, Untuk mengenyam bangku perguruan tinggi mereka tidak mengantongi ijazah SMA/SMK, masuk ke pasar kerja mereka belum memilki kompetensi, sedangkan jika ingin berwirausaha mandiri mereka belum memilki keterampilan dan modal usaha. Sehingga pada akhirnya mereka hanya memiliki dua pilihan yakni masuk ke industri padat karya atau sektor informal.


"Itu lah kenapa peningkatan akses dan mutu pelatihan kerja harus digenjot agar tenaga kerja kita yang lulusan SD-SMP ini bisa mendapatkan peningkatan keterampilan. Sehingga mereka juga mengalami peningkatan dari jenis pekerjaan yang mereka lakukan." pungkas Menaker.

Lihat Berita Yang Lain

Menaker: 167 Ribu Pekerja Ikut program Mudik Lebaran Bersama

23 Juni 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN serta lintas kementerian yang telah menggelar mudik lebaran bersama bagi para pekerjanya.

Kemnaker: Indonesia Telah Miliki 624 Standar Kompetensi Kerja

20 Juni 2017 0

Untuk meningkatkan kompetensi kerja dan daya saing  Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan  percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional [...]

Indonesia Kembali Terpilih Sebagai Anggota Governing Body ILO

13 Juni 2017 0

Jenewa--Indonesia terpilih sebagai anggota Governing Body (GB) Organisasi Buruh Internasional (International Labour International/ILO) untuk periode tahun 2017-2020. Dalam pemilihan yang berlangsung [...]