Kamis, 16 Februari 2017 15:28 WIB 0 Komentar 374 Dilihat
Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tak Boleh Saling Salip

Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tak Boleh Saling Salip

Pendidikan vokasi melalui jalur pendidikan formal seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pelatihan vokasi di luar pendidikan formal seperti di Balai Latihan Kerja (BLK) sama pentingnya. Oleh karena itu, keduanya tidak boleh saling salip dan harus berjalan beriringan untuk saling melengkapi.


Hal ini diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat di live bersama Radio Elshinta di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta Selatan, Rabu (16/2/2017). 


"Di bawah koordinasi Menko Perekonomian, Pak Darmin Nasution, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan sejumlah kementerian lain yang terkait, kita terus berkoordinasi dan bersinergi untuk menggenjot pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi," ujar Menaker.


Harus dipahami, lanjut Menaker, di Indonesia pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi berbeda. Wujud kokret dari pendidikan vokasi berupa SMK atau Politeknik perguruan tinggi yang menggunakan pendidikan formal sebagai jalurnya, sehingga ada batasan tertentu. 


Sedangkan pelatihan vokasi berupa peningkatan kompetensi secara cepat di luar jalur pendidikan formal seperti di BLK. Pelatihan vokasi sangat penting untuk memberikan keterampilan tenaga kerja Indonesia yang notabene 60 persen dari total angkatan kerja nasional sebanyak 125 juta didominasi lulusan SD-SMP. 


"Kalau yang kita genjot hanya pendidikan vokasi, artinya kita mendorong yang 60 persen ini harus masuk SMK, Politeknik, atau program Diploma," papar Menaker. 


Menurut Menaker, 60 persen angkatan kerja berlatar belakang pendidikan SD-SMP akan mengalami kesulitan. Sebab, jika mereka masuk SMK usia mereka sudah matang, sedangkan jika langsung terjun ke pasar kerja belum  memiliki keterampilan, dan jika berkeinginan untuk wirausaha mandiri mereka belum memiliki kompetensi dan modal usaha. 


"Agar mereka tidak terjebak di sektor informal atau masuk ke industri padat karya, mereka harus di berikan akses pelatihan. itulah yang saya sebut sebagai pelatihan vokasi tadi" pungkas Menaker.

Lihat Berita Yang Lain

Menaker: 167 Ribu Pekerja Ikut program Mudik Lebaran Bersama

23 Juni 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN serta lintas kementerian yang telah menggelar mudik lebaran bersama bagi para pekerjanya.

Kemnaker: Indonesia Telah Miliki 624 Standar Kompetensi Kerja

20 Juni 2017 0

Untuk meningkatkan kompetensi kerja dan daya saing  Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan  percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional [...]

Indonesia Kembali Terpilih Sebagai Anggota Governing Body ILO

13 Juni 2017 0

Jenewa--Indonesia terpilih sebagai anggota Governing Body (GB) Organisasi Buruh Internasional (International Labour International/ILO) untuk periode tahun 2017-2020. Dalam pemilihan yang berlangsung [...]