Kamis, 16 Februari 2017 15:28 WIB 0 Komentar 319 Dilihat
Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tak Boleh Saling Salip

Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tak Boleh Saling Salip

Pendidikan vokasi melalui jalur pendidikan formal seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pelatihan vokasi di luar pendidikan formal seperti di Balai Latihan Kerja (BLK) sama pentingnya. Oleh karena itu, keduanya tidak boleh saling salip dan harus berjalan beriringan untuk saling melengkapi.


Hal ini diungkapkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat di live bersama Radio Elshinta di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, Jakarta Selatan, Rabu (16/2/2017). 


"Di bawah koordinasi Menko Perekonomian, Pak Darmin Nasution, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, dan sejumlah kementerian lain yang terkait, kita terus berkoordinasi dan bersinergi untuk menggenjot pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi," ujar Menaker.


Harus dipahami, lanjut Menaker, di Indonesia pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi berbeda. Wujud kokret dari pendidikan vokasi berupa SMK atau Politeknik perguruan tinggi yang menggunakan pendidikan formal sebagai jalurnya, sehingga ada batasan tertentu. 


Sedangkan pelatihan vokasi berupa peningkatan kompetensi secara cepat di luar jalur pendidikan formal seperti di BLK. Pelatihan vokasi sangat penting untuk memberikan keterampilan tenaga kerja Indonesia yang notabene 60 persen dari total angkatan kerja nasional sebanyak 125 juta didominasi lulusan SD-SMP. 


"Kalau yang kita genjot hanya pendidikan vokasi, artinya kita mendorong yang 60 persen ini harus masuk SMK, Politeknik, atau program Diploma," papar Menaker. 


Menurut Menaker, 60 persen angkatan kerja berlatar belakang pendidikan SD-SMP akan mengalami kesulitan. Sebab, jika mereka masuk SMK usia mereka sudah matang, sedangkan jika langsung terjun ke pasar kerja belum  memiliki keterampilan, dan jika berkeinginan untuk wirausaha mandiri mereka belum memiliki kompetensi dan modal usaha. 


"Agar mereka tidak terjebak di sektor informal atau masuk ke industri padat karya, mereka harus di berikan akses pelatihan. itulah yang saya sebut sebagai pelatihan vokasi tadi" pungkas Menaker.

Lihat Berita Yang Lain

Kunjungi TESDA Di Filipina, Menaker Diskusikan Persoalan Pelatihan Vokasi

22 Februari 2017 0

Dalam rangka mencari terobosan dan strategi baru terkait pelatihan vokasi, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengunjungi Tecnical Education and Skills Development Autority (TESDA) di [...]

Pemerintah Terus Tingkatkan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri

22 Februari 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk proaktif hadir dan memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia tak terkecuali mereka yang [...]

Menaker: Anak-anak Berhak Menadapatkan Pendidikan yang Baik

22 Februari 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengunjungi Sekolah Indonesia Davao yang mayoritas siswanya keturunan Indonesia yang tinggal di Davao, Filipina. Menaker menegaskan apapun [...]