Jumat, 26 Mei 2017 14:42 WIB 0 Komentar 436 Dilihat
Pemerintah Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Indonesia

Pemerintah Fokus Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Indonesia

Surakarta – Pemerintah Indonesia fokus untuk terus meningkatkan pendidikan vokasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK), Puan Maharani saat melakukan kunjungan kerja di Surakarta, Jawa Tengah dalam rangka peluncuran Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan  pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Stadion Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah pada hari Jumat, 26 Mei 2017.

“Pemerintah akan terus fokus dan berupaya meningkatkan pendidikan vokasional atau kejuruan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia,” tegas Menko Puan Maharani.

Disampaikannya, fokus Pemerintah untuk meningkatkan upaya pendidikan vokasional atau kejuruan sangat strategis mengingat kebutuhan sumber daya manusia untuk menopang pembangunan nasional sangat banyak. Kebutuhan itu juga meminta tenaga-tenaga kerja yang terampil dan kompeten sesuai lapangan kerja yang tersedia.

“Kita tahu, saat saat ini 63 persen tenaga kerja Indonesia berpendidikan SMP ke bawah, hal ini tentu akan berdampak kepada daya saing industri dan perekonomian Indonesia. Inilah tantangan yang perlu segera kita atasi bersama untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia,” ungkapnya.

Program Revitalisasi SMK akan direalisasikan di 219 SMK dengan rincian 125 SMK yang bergerak dalam bidang prioritas, yakni kemaritiman, pertanian, pariwisata, dan industri kreatif. Sisanya, sebanyak 95 SMK berasal dari bidang lainnya yang mendukung prioritas pembangunan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Menko PMK juga menyerahkan secara simbolis piagam penghargaan kepada sektor industri yang sudah berdedikasi terhadap sekolah menengah kejuruan.
Selain meluncurkan program Revitalisasi Pendidikan SMK, Menko PMK juga membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada 1.857 siswa, dengan rincian: 331 siswa SD, 283 siswa SMP, 610 siswa SMK, 12 siswa SLB, dan 364 siswa pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

“KIP diberikan oleh Pemerintah supaya anak-anak Indonesia bisa bersekolah. Dan saat ini, cakupan pembagian KIP sudah diperluas dengan menambahkan anak-anak panti asuhan dan Program Kesetaraan Paket A, B, dan C," jelas Menko PMK lagi.

Adapun untuk program KIP, bantuan yang disampaikan adalah untuk siswa SD akan memperoleh Rp450 ribu per Tahun Ajaran, siswa SMP akan memperoleh Rp750 ribu per Tahun Ajaran, siswa SMA akan memperoleh Rp1 juta per Tahun Ajaran, dan siswa SMK akan memperoleh Rp1 juta per Tahun Ajaran.

Turut hadir pada acara tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy; Wakil Gubernur Jawa, Tengah Heru Sudjatmoko; dan Walikota Surakarta, F.X. Hadi Rudyatmo; serta anggota DPR RI, dan anggota DPRD Pemprov Jawa Tengah.

Lihat Berita Yang Lain

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

07 November 2017 0

Menurut wapres JK kalangan mahasiswa maupun peserta pelatihan vokasi tidak boleh hanya dibekali teori. Tapi juga harus mampu mempraktekkan dan menjalankan proses produksi.

Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Tak Boleh Saling Salip

16 Februari 2017 0

Pendidikan vokasi melalui jalur pendidikan formal seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan pelatihan vokasi di luar pendidikan formal seperti di Balai Latihan Kerja (BLK) sama pentingnya. Oleh [...]

Pendidikan Vokasi Harus Sesuai Dengan Kebutuhan Dunia Industri

25 November 2016 0

Menurut presiden, saat ini lembaga pendidikan vokasi di Indonesia seperti SMK belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan dunia indusri. Hal ini menurut presiden dikarenakan sekolah vokasi masih [...]