Minggu, 15 Oktober 2017 21:26 WIB 0 Komentar 554 Dilihat
Menaker Minta Dunia Usaha Bantu Perkembangan UMKM di Indonesia

Menaker Minta Dunia Usaha Bantu Perkembangan UMKM di Indonesia

Malang -- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri mengajak seluruh dunia usaha untuk lebih optimal memberdayakan masyarakat dengan pelatihan dan pengembangan kewirausahaan.

 
Hal ini diharapkan dapat membantu perkembangan bisnis pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini  telab berperan besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 
"Pengusaha dan pemerintah harus berperan aktif dalam meningkatkan kewirausahaan, salah satunya melalui pelatihan untuk mengembangkan UMKM, "kata Menteri  Hanif  saat membuka Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo di Malang, Jawa Timur  Sabtu (14/10).

 
Hanif mengatajan selama ini keberadaan  UMKM merupakan bantalan ekonomi yang kuat saat Indonesia diterpa krisis ekonomi hingga saat ini.
Oleh karena itu perlu adanya partisipasi aktif dari  seluruh dunia usaha untuk membantu pemerintah dalam  memberdayakan masyarakat dengan pelatihan dan pengembangan kewirausahaan secara lebih optimal.

 
Saat ini, papar Hanif, angkatan kerja Indonesia 60% lulusan SD/SMP. Oleh karena itu, kelompok ini harus ditangani dengan baik supaya memiliki keterampilan. Nantinya, mereka bisa masuk ke dunia kerja atau berwirausaha.

 
Hanif menambahkan, di era kompetisi seperti sekarang ini, saat kita mau berkembang maka harus melihat pesaing kita. "Kita harus bergerak lebih cepat dan berdaya saing tinggi," tuturnya.

 
Dikatakan Hanif, mengajak orang berwirausaha tidak cukup hanya dengan memberi keterampilan saja, tapi juga memberikan fasilitas yang lain.

 
"Mereka harus diajari dari hulu sampai hilirnya. Bagaimana cara membangun usaha, mencari modal, cara produksinya, marketingnya, inovasinya dan lain sebagainya," jelas Hanif.

 
Selain itu, kata Hanif, supaya bisa bertahan di persaingan dunia usaha, para pelaku usaha harus melakukan inovasi.

 
"Jaman sekarang kalau tidak melakukan inovasi akan mati, makanya perlu melakukan inovasi produk," paparnya.

 
Tidak kalah penting, sambungnya, UMKM harus mulai terintergrasi dengan ekonomi digital supaya bisa berkembang. UMKM bisa menjadi kekuatan ekonomi nasional jika dikelola dengan baik.

 
Senada dengan Menaker, Walikota Malang Mochamad Anton mengatakan, pemerintah terus mendukung upaya swasta dalam memberdayakan UMKM di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang. 

 
"UMKM merupakan salah satu sektor unggulan yang harus diberikan pelatihan, dikembangkan dan disinergikan dengan berbagai pihak mulai dari swasta, akademisi, hingga media," jelas Anton.

 
Sementara itu, Presiden Direktur Sampoerna Mindaugas Trumpaitis mengatakan, perjalanan Sampoerna dalam memberikan kontribusi pengembangan UMKM di Jawa Timur merupakan prestasi yang membanggakan.

 
"Hingga kini, terdapat sekitar 19.000 orang di Jawa Timur dan lebih dari 30.000 orang di Indonesia yang mengikuti pelatihan kewirausahaan dan menjadi pelaku UMKM binaan," kata Mindaugas.

 
Untuk diketahui, PPK Sampoerna Expo 2017 diikuti oleh 72 stand UMKM dan diselenggarakan pada tanggal 14-15 Oktober 2017 bertempat di Taman Krida Budaya, Malang.

 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Kemnaker Tinjau Pelayanan Pekerja Migran di LTSA Provinsi NTT

13 Juli 2018 0

Kupang -- Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Irianto Simbolon dan Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Soes [...]

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Ribuan Pekerja Perempuan di Cikarang akan di Tes IVA

11 Juli 2018 0

Sebanyak 1.300 tenaga kerja perempuan di Cikarang, Bekasi  akan mengikuti tes Inspeksi Visual Asetat (IVA). Tes yang digelar oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI, Organisasi Aksi Solidaritas Era [...]

Sebanyak 583 Pekerja Migran Indonesia di Singapura Berhasil Diwisuda

09 Juli 2018 1

Singapura -- Sebanyak 583 Pekerja Migran Indonesia (PMI) berhasil lulus dan diwisuda setelah mengikuti kursus pelatihan keterampilan kerja yang diadakan Pusat pendidikan dan Pelatihan Kerja (P3K) [...]