Minggu, 29 April 2018 14:24 WIB 0 Komentar 1813 Dilihat
Menaker: Mari Rayakan May Day dengan Riang Gembira

Menaker: Mari Rayakan May Day dengan Riang Gembira

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengajak seluruh elemen pekerja/buruh untuk merayakan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2018 ini dengan riang gembira. Berjuang dengan riang gembira itu penting agar gerakan buruh semakin optimis dan canggih dalam merumuskan metode-metode perjuangan.

 

 

"Tahun ini kita mengambil tagline #MayDayIsAFunDay karena kalau May Day kesannya angker, serem, galau karena banyak masalah, saya khawatir gerakan buruh ini mengalami demoralisasi dan membuat buruh tidak tertarik kepada serikat pekerja/serikat buruh," ujar Menaker saat membuka gelaran kompetisi band dalam rangka menyambut May Day di Kalibatacity Square, Jakarta Selatan, Minggu (29/4/2018). 

 

 

Menaker mengimbau peringatan May Day dirayakan dengan kegiatan positif dan pemerintah juga turut menyemarakkan May Day dengan memfasilitasi sejumlah kegiatan. Beberapa diantaranya adalah lomba memasak, buruh mengaji, lomba senam maumere, khitanan massal, lomba jalan sehat, sepeda santai, kompetisi band, dan puncak agenda yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Mei nanti adalah final liga pekerja Indonesia atau LIPESIA. 

 

 

"Untuk final Liga pekerja Indonesia puncaknya nanti 1 Mei di Gor Soemantri Brojonegoro-Kuningan," katanya.

 

 

Apapun kegiatan pekerja/buruh dalam rangka merakayakan May Day, Menaker berharap semua kegiatan tetap berjalan dengan tertib dan aman termasuk buruh yang memilih turun ke jalan. Semua harus tetap saling menghormati pilihan masing-masing dalam merayakan May Day," papar Menaker. 

 

 

"Saya ingin image dari pekerja terus meningkat dan image dari serikat pekerja juga semakin membaik agar masyarakat juga terus mengapresiasi gerakan buruh yang berjuang untuk kepentingan bersama" imbuh Menaker. 

 

 

Menaker menambahkan, perubahan dunia semakin berjalan cepat dan massif. Beberapa jenis pekerjaan lama seperti pengantar surat mulai hilang karena perkembangan teknologi yang begitu cepat. Namun demikian perubahan zaman juga menghasilkan sejumlah pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya.

 

 

 

"Saya juga berharap serikat pekerja juga semakin canggih untuk menjawab tantangan-tantagan itu dengan terobasan dan inovasi baru," pungkas Menaker. 

Lihat Berita Yang Lain

Dunia Pendidikan dan Industri Harus Kerjasama Hadapi Revolusi 4.0

19 November 2018 0

Jakarta--Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mendorong kalangan civitas akademika atau lembaga pendidikan bisa bersinergi dengan industri/dunia usaha dalam menghadapi tantangan dan peluang [...]

Menaker Minta Pemerintah Desa Bantu Lindungi Pekerja Migran

19 November 2018 0

Pasuruan -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhaikiri menilai pentingnya keterlibatan pemerintah desa dalam memfasilitasi bagi warganya yang berkeinginan menjadi pekerja migran melalui prosedur yang [...]

BLK Lembang Ciptakan Aplikasi Smart Farming Bagi Petani

08 November 2018 3

Memasuki era revolusi industri 4.0 Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang membuat aplikasi Smart Farming untuk menjawab tantangan digitalisasi revolusi industri 4.0. Aplikasi bebasis android ini bisa [...]