Kamis, 30 Juni 2016 08:30 WIB 0 Komentar 175 Dilihat
Menaker: Jangan Anggap Remeh Masalah Ketenagakerjaan

Menaker: Jangan Anggap Remeh Masalah Ketenagakerjaan

Pekalongan-- Ketimpangan sosial itu masalah serius Indonesia dewasa ini. Dan faktor ketenagakerjaan menjadi salah satu dari empat penyebab utama yang menyumbang sekitar 30 persen bagi ketimpangan yang ada. Oleh karenanya Menteri Hanif meminta agar pemerintah dan pemerintah daerah tidak menganggap remeh masalah ketenagakerjaan. 


Demikian dikatakan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di depan ribuan warga Pekalongan pada acara boyongan Bupati terpilih H Asif Qolbihi di Pendopo Kab Pekalongan, Rabu (29/6).


"Selama ini masalah ketenagakerjaan sering dianggap sebagai masalah pinggirin. Padahal masalah ketimpangan disumbang begitu besar oleh faktor ketenagakerjaan. Jadi, tolong jangan lagi anggap remeh masalah ketenagakerjaan", himbaunya.


Menurut Hanif, ketimpangan dalam bidang ketenagakerjaan itu meliputi ketimpangan pekerja di desa dengan kota, pekerja informal dengan formal, pekerja terampil dan tidak terampil, ketimpangan upah, serta ketimpangan akses calon pekerja terhadap informasi pasar kerja.


Ketimpangan itu, lanjut Hanif, juga tampak dari profil angkatan kerja nasional yang masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP.  Selaras dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta agar pembangunan SDM digenjot, maka pelatihan kerja (vocational training) dapat menjadi terobosan bagi percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja menghadapi era persaingan.


"Saya khawatir jika pembangunan SDM tidak menunjukkan keberpihakan kepada mayoritas angkatan kerja yang hanya lulusan SD-SMP itu, maka bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia akan menjadi bencana dan bukan menjadi berkah", katanya.


Dalam kesempatan itu Hanif berpesan kepada bupati terpilih untuk membuat terobosan guna memperkecil ketimpangan sosial yang ada, termasuk terobosan di bidang ketenagakerjaan melalui penguatan akses dan mutu pelatihan kerja.


"Pak Asif, sebagai Bupati baru, ayo saya dukung buat terobosan pembangunan di bidang ketenagakerjaan agar ketimpangan menurun. Tentu cara berpikir dan cara kerjanya tidak bisa lagi bisa business as usual, biasa-biasa saja. Saya dukung Pak Asif untuk jadi B3 alias Bupati Bukan Biasa", katanya disambut tepuk tangan warga.


Acara boyongan bupati terpilih dihadiri oleh pasangan Bupati dan Wakik Bupati terpilih H Asif Qolbihi dan Hj Arini Antono,  Bupati periode 2011-2016 H Ahmad Antono, anggota FPKB DPR RI dan DPRD Jawa Tengah H Bisri Romli dan Abdul Hamid, serta jajaran DPRD dan SKPD Kab Pekalongan serta tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dalam kesempatan itu Menaker Hanif didampingi oleh Kadinsosnaker Jawa Tengah Hj Wika Bintang.

Lihat Berita Yang Lain

Menaker: 167 Ribu Pekerja Ikut program Mudik Lebaran Bersama

23 Juni 2017 0

Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri menyampaikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan swasta dan BUMN serta lintas kementerian yang telah menggelar mudik lebaran bersama bagi para pekerjanya.

Kemnaker: Indonesia Telah Miliki 624 Standar Kompetensi Kerja

20 Juni 2017 0

Untuk meningkatkan kompetensi kerja dan daya saing  Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan  percepatan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional [...]

Indonesia Kembali Terpilih Sebagai Anggota Governing Body ILO

13 Juni 2017 0

Jenewa--Indonesia terpilih sebagai anggota Governing Body (GB) Organisasi Buruh Internasional (International Labour International/ILO) untuk periode tahun 2017-2020. Dalam pemilihan yang berlangsung [...]