Kamis, 30 Juni 2016 08:30 WIB 0 Komentar 160 Dilihat
Menaker: Jangan Anggap Remeh Masalah Ketenagakerjaan

Menaker: Jangan Anggap Remeh Masalah Ketenagakerjaan

Pekalongan-- Ketimpangan sosial itu masalah serius Indonesia dewasa ini. Dan faktor ketenagakerjaan menjadi salah satu dari empat penyebab utama yang menyumbang sekitar 30 persen bagi ketimpangan yang ada. Oleh karenanya Menteri Hanif meminta agar pemerintah dan pemerintah daerah tidak menganggap remeh masalah ketenagakerjaan. 


Demikian dikatakan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri di depan ribuan warga Pekalongan pada acara boyongan Bupati terpilih H Asif Qolbihi di Pendopo Kab Pekalongan, Rabu (29/6).


"Selama ini masalah ketenagakerjaan sering dianggap sebagai masalah pinggirin. Padahal masalah ketimpangan disumbang begitu besar oleh faktor ketenagakerjaan. Jadi, tolong jangan lagi anggap remeh masalah ketenagakerjaan", himbaunya.


Menurut Hanif, ketimpangan dalam bidang ketenagakerjaan itu meliputi ketimpangan pekerja di desa dengan kota, pekerja informal dengan formal, pekerja terampil dan tidak terampil, ketimpangan upah, serta ketimpangan akses calon pekerja terhadap informasi pasar kerja.


Ketimpangan itu, lanjut Hanif, juga tampak dari profil angkatan kerja nasional yang masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP.  Selaras dengan arahan Presiden Jokowi yang meminta agar pembangunan SDM digenjot, maka pelatihan kerja (vocational training) dapat menjadi terobosan bagi percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja menghadapi era persaingan.


"Saya khawatir jika pembangunan SDM tidak menunjukkan keberpihakan kepada mayoritas angkatan kerja yang hanya lulusan SD-SMP itu, maka bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia akan menjadi bencana dan bukan menjadi berkah", katanya.


Dalam kesempatan itu Hanif berpesan kepada bupati terpilih untuk membuat terobosan guna memperkecil ketimpangan sosial yang ada, termasuk terobosan di bidang ketenagakerjaan melalui penguatan akses dan mutu pelatihan kerja.


"Pak Asif, sebagai Bupati baru, ayo saya dukung buat terobosan pembangunan di bidang ketenagakerjaan agar ketimpangan menurun. Tentu cara berpikir dan cara kerjanya tidak bisa lagi bisa business as usual, biasa-biasa saja. Saya dukung Pak Asif untuk jadi B3 alias Bupati Bukan Biasa", katanya disambut tepuk tangan warga.


Acara boyongan bupati terpilih dihadiri oleh pasangan Bupati dan Wakik Bupati terpilih H Asif Qolbihi dan Hj Arini Antono,  Bupati periode 2011-2016 H Ahmad Antono, anggota FPKB DPR RI dan DPRD Jawa Tengah H Bisri Romli dan Abdul Hamid, serta jajaran DPRD dan SKPD Kab Pekalongan serta tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Dalam kesempatan itu Menaker Hanif didampingi oleh Kadinsosnaker Jawa Tengah Hj Wika Bintang.

Lihat Berita Yang Lain

Job Fair Salah Satu Solusi Tekan Angka Pengangguran

21 Maret 2017 0

Masalah penanggulangan pengangguran merupakan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya bagi pemerintah republik Indonesia, khususnya Provinsi Lampung. Laju pertambahan penduduk dan angkatan kerja di [...]

Presiden Panggil Menaker dan Kepala BNP2TKI Bahas Rencana Revisi UU TKI

21 Maret 2017 0

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo memanggil Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid ke Istana [...]

Menaker Tunjuk 3 BLK Jadi Pusat Pencetak Tenaga Kerja Terampil Tahap Pertama

09 Maret 2017 0

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri menunjuk 3 Balai Latihan Kerja sebagai pusat pengembangan dalam program  Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding BLK atau 3R BLK tahap [...]