Selasa, 12 September 2017 20:30 WIB 0 Komentar 616 Dilihat
Menaker Hanif: Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Jadi Prioritas Pemerintah

Menaker Hanif: Penguatan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Jadi Prioritas Pemerintah

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri memaparkan sejumlah tantangan perkembangan dunia kerja di Indonesia. Menurutnya, dunia kerja Indonesia saat ini banyak dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan persaingan yang pesat. Sementara, kapasitas sumber daya manusia ada saat ini dinilai tidak banyak yang siap menghadapi kompetisi.

 
“KIta harus mengantisipasi kondisi dunia yang  berubah begitu cepat, persaingan terjadi dimana-mana. Bahkan untuk masuk ke dunia kerja saja dihadapkan pada iklim kompetisi yang ketat,” kata Menaker Hanif saat menjadi pembicara pada acara Indonesia HR Summit 2017 di Yogyakarta, Selasa (12/9/2017).
 
Menaker Hanif mengatakan tingginya  tingkat kompetisi ini menuntut setiap individu menyiapkan diri. Salah satu hal yang harus disiapkan tenaga kerja adalah penguasaan kompetensi dan daya saing.

 
"Apalagi kita dihadapkan pada 2 juta angkatan kerja baru tiap tahunnya. Mereka yang angkatan kerja baru ini tidak bisa langsung masuk pasar kerja," kata Hanif.

 
Dikatakan Hanif,  penyebab dari tidak terserapnya angkatan kerja dengan cepat oleh dunia usaha salah satunya disebabkan oleh sistem pendidikan Indonesia yang belum berorientasi pada kebutuhan dunia industri. Apalagi dari total 130 juta angkatan kerja Indonesia, sebanyak 60% diantaranya merupakan tenaga kerja berpendidikan SD dan SMP.

 
Mengantisipasi persoalan tersebut, kata Hanif Pemerintah terus meneguhkan untuk bisa memperkuat sumber daya manusia. Peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi menjadi prioritas pemerintah saat ini.

 
"Untuk itu perlu adanya intervensi dari pemerintah dan tentunya dunia industri. Jadi dilakukan vocational training  (pelatihan vokasi )sehingga angkatan kerja baru ini punya tools untuk masuk pasar kerja," katanya.
 
Penguatan  pelatihan vokasi yang dilakukan pemerintah dan dunia industri  ini bertujuan untuk membantu angkatan kerja baru yang masih mengalami missmatch dan kualifikasinya yang masih belum memenuhi kebutuhan dunia industri.
 
" Kita juga siapkan skema vocational retraining untuk  membantu pekerja-pekerja yang lama dalam meningkatkan skill dan kompetensinya sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan," kata Hanif.
 
Dalam hal ini pemerintah dan dunia usaha harus bersinergi agar peluang bagi angkatan kerja lama dan baru ini semakin luas dalam mengakses pelatihan kerja baik di lingkungan perusahaan maupun melalui Balai Latihan kerja (BLK).
 
Biro Humas Kemnaker

Lihat Berita Yang Lain

Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Harus Membangun Sistem Akreditasi Berbasis Mutu

20 Februari 2018 0

Jakarta -- Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Bambang Satrio Lelono, meminta Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA-LPK) dan [...]

Mahasiswa Harus Bersiap Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

12 Februari 2018 0

Bandung –Mahasiswa yang tengah menuntut ilmu harus bersiap menghadapi  tantangan besar yang terjadi  era Revolusi Industri 4.0 yang terjadi saat [...]

Puluhan Siswa BLK Lotim Siap Jalani OJT di Sejumlah Hotel Kawasan NTB

12 Februari 2018 0

Sebanyak 33 peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) perhotelan jurusan Front Office di Balai Latihan Kerja Lombok Timur (BLK Lotim) menjalani uji praktik sebagai recepcionist. Praktik yang [...]